Hadis Tentang Pahala yang Dilipatgandakan di Bulan Ramadan

Selasa, 11 Maret 2025 - 05:00 WIB
Hadis tentang pahala yang Dilipatgandakan di Bulan Ramadan sesuai ayat Al Quran sebenarnya tidak ada. Meski begitu, ada banyak hadis yang menjelaskan tentang hal tersebut. Foto ilustrasi/ist
Hadis tentang pahala yang dilipatgandakan di Bulan Ramadan sesuai ayat Al Qur'an sebenarnya tidak ada. Meski begitu, ada banyak hadis yang menjelaskan tentang hal tersebut. Salah satunya hadis yang menyebut pahala di bulan Ramadan akan meraih 70 kali lipatnya.

Bunyi hadisnya :

"Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan, barangsiapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan 70 kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadan." (HR. Bukhari-Muslim).”

Khusus pahala puasa , pelipatgandaannya khusus, karena Allah sendiri yang mengganjar orang-orang yang rela menahan lapar dan haus sepanjang hari karena-Nya.

Diriwayatkan dari jalur Abu Hurairah, berikut hadisnya :

"Setiap amalan kebaikan anak Adam [manusia] akan dilipatgandakan dengan 10 kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat. Allah Ta’ala berfirman 'Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi'.” (HR. Bukhari)

Begitu juga dengan hadis berikut:

Dalam sebuah hadis Rasulullah telah bersabda: “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman: “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

Baca juga: Pahala Puasa Ramadan Hari ke-1 Sampai ke-30, Yuk Simak!

Makna dari kalimat ‘Puasa untuk-ku’ maksudnya adalah bahwa dia termasuk ibadah yang paling dicintai dan paling mulia di sisi-ku. Selain itu, ada pula makna lain dari hadis tersebut yaitu Rasulullah telah mengatakan jika setiap kebaikan manusia akan dilipat gandakan pahalanya 10 kali lipat bahkan 700 kali lipat. Akan tetapi hal ini berbeda dengan amalan ketika seorang muslim menjalankan ibadah puasa. Pahala puasa tidak bisa dilipatgandakan dengan cara tersebut, melainkan akan dilipatgandakan menjadi tak terhingga oleh Allah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!