Asbabun Nuzul Surat At Takasur
Rabu, 26 Maret 2025 - 06:39 WIB
Asbabun Nuzul (asal usul diturunkannya) surat At Takasur ini penting diketahui umat Islam sebagai bahan pelajaran, karena banyak hikmah hidup di dalamnya. Foto ilustrasi/ist
Asbabun Nuzul (asal usul diturunkannya) surat At Takasur ini penting diketahui umat Islam sebagai bahan pelajaran, karena banyak hikmah hidup di dalamnya.
Surat At Takatsur (التكاثر) merupakan surat ke-102 dalam Al-Qur’an. Surat ini terdiri dari delapan ayat. Para ulama berselisih pendapat masa turunnya, tetapi mayoritas berpendapat surat ini adalah Makkiyah.
Nama surat ini At Takatsur yang berarti saling bermegah-megahan, terambil dari ayat pertama. Nama lainnya surat Alhaakum yang juga terambil dari ayat pertama. Juga punya nama surat al Maqrabah yang terambil dari kata al maqaabir pada ayat kedua.
Menurut mayoritas pendapat ulama, Surat At Takatsur termasuk surat Makkiyah. Sebagian pendapat menyebutkan, ia merupakan surat ke-16 dari urutan turunnya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Yakni setelah surat Al Kautsar, sebelum surat Al Maun.
Asbabun nuzul surat At Takasur ini, diturunkan dengan mengecam orang-orang yang saling berlomba untuk bermegah-megahan serta membangga-banggakan harta. Saling berkompetisi dalam gemerlap duniawi. Mereka lalai dengan nikmat akhirat yang abadi.
Asbabun nuzul lain yang juga tercantum dalam Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al Munir, bahwa Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Buraidah. Dia mengatakan, “Ayat ini turun berkenaan dengan dua kabilah dari kalangan kaum Anshar. Yakni Bani Haritsah dan Bani Harits. Mereka saling berbangga dan memperbanyak harta.
Baca juga: Tafsir At-Takatsur Ayat 1: Bermegah-megahan Telah Melalaikan Kamu
Satu kabilah mengatakan, “Adakah di antara kalian orang seperti fulan bin fulan bin fulan?” Kabilah satunya juga membalas seperti itu. Mereka saling berbangga dengan menyebut orang-orang yang masih hidup.
Kemudian mereka berkata, “Mari ikutlah kami ke kuburan.” Lantas salah satu dari dua kabilah itu mengatakan, “Adakah di antara kalian orang seperti fulan bin fulan bin fulan?” Mereka berkata saling menunjuk-nunjuk kuburan tersebut. Kabilah satunya juga membalas seperti itu. Lalu Allah menurunkan Surat At Takatsur.
Riwayat ini juga menjadi hujjah bagi yang berpendapat surat ini Madaniyah. Namun karena riwayat ini dinilai lemah, pendapat itu banyak ditolak.
Surat At Takatsur (التكاثر) merupakan surat ke-102 dalam Al-Qur’an. Surat ini terdiri dari delapan ayat. Para ulama berselisih pendapat masa turunnya, tetapi mayoritas berpendapat surat ini adalah Makkiyah.
Nama surat ini At Takatsur yang berarti saling bermegah-megahan, terambil dari ayat pertama. Nama lainnya surat Alhaakum yang juga terambil dari ayat pertama. Juga punya nama surat al Maqrabah yang terambil dari kata al maqaabir pada ayat kedua.
Menurut mayoritas pendapat ulama, Surat At Takatsur termasuk surat Makkiyah. Sebagian pendapat menyebutkan, ia merupakan surat ke-16 dari urutan turunnya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Yakni setelah surat Al Kautsar, sebelum surat Al Maun.
Asbabun nuzul surat At Takasur ini, diturunkan dengan mengecam orang-orang yang saling berlomba untuk bermegah-megahan serta membangga-banggakan harta. Saling berkompetisi dalam gemerlap duniawi. Mereka lalai dengan nikmat akhirat yang abadi.
Asbabun nuzul lain yang juga tercantum dalam Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al Munir, bahwa Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Buraidah. Dia mengatakan, “Ayat ini turun berkenaan dengan dua kabilah dari kalangan kaum Anshar. Yakni Bani Haritsah dan Bani Harits. Mereka saling berbangga dan memperbanyak harta.
Baca juga: Tafsir At-Takatsur Ayat 1: Bermegah-megahan Telah Melalaikan Kamu
Satu kabilah mengatakan, “Adakah di antara kalian orang seperti fulan bin fulan bin fulan?” Kabilah satunya juga membalas seperti itu. Mereka saling berbangga dengan menyebut orang-orang yang masih hidup.
Kemudian mereka berkata, “Mari ikutlah kami ke kuburan.” Lantas salah satu dari dua kabilah itu mengatakan, “Adakah di antara kalian orang seperti fulan bin fulan bin fulan?” Mereka berkata saling menunjuk-nunjuk kuburan tersebut. Kabilah satunya juga membalas seperti itu. Lalu Allah menurunkan Surat At Takatsur.
Riwayat ini juga menjadi hujjah bagi yang berpendapat surat ini Madaniyah. Namun karena riwayat ini dinilai lemah, pendapat itu banyak ditolak.
Lihat Juga :