Tafsir At-Takatsur Ayat 1: Bermegah-megahan Telah Melalaikan Kamu

loading...
Tafsir At-Takatsur Ayat 1: Bermegah-megahan Telah Melalaikan Kamu
Potret kemewahan dan kemegahan gedung-gedung pencakar langit di Dubai. Foto/Ist
Surat At-Takatsur ini tentu tak asing lagi bagi kaum muslimin. Setiap momen sholat berjamaah, surat ini sering dibaca para imam. Inilah surat yang mengingatkan kita untuk tidak bermegah-megahan.

Dinamai At-Takaatsur (bermegah-megahan) diambil dari ayat pertama pada surat ini. Surat At-Takaatsur terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah. Allah berfirman:

اَلۡهٰٮكُمُ التَّكَاثُرُۙ‏

Al-Haaku Muttakatsur.

"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu." (QS. At-Takatsur Ayat 1)

Tafsir:
Wahai manusia, bermegah-megahan dalam harta, keturunan, dan pengikut telah melalaikan kamu dari ketaatan kepada Allah. Dalam Tafsir Kemenag dijelaskan, Allah mengungkapkan bahwa manusia sibuk bermegah-megahan dengan harta, teman, dan pengikut yang banyak, sehingga melalaikannya dari kegiatan beramal.

Mereka asyik dengan berbicara saja, teperdaya oleh keturunan mereka dan teman sejawat tanpa memikirkan amal perbuatan yang bermanfaat untuk diri dan keluarga mereka. Diriwayatkan dari Mutharrif dari ayahnya, ia berkata:

"Saya menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau sedang membaca Al-Hakumut-Takatsur, beliau bersabda: "Anak Adam berkata, 'Inilah harta saya, inilah harta saya. Nabi bersabda: "Wahai anak Adam! Engkau tidak memiliki dari hartamu kecuali apa yang engkau makan dan telah engkau habiskan, atau pakaian yang engkau pakai hingga lapuk, atau yang telah kamu sedekahkan sampai habis." (Riwayat Muslim)

Diriwayatkan pula bahwa Nabi bersabda:

"Seandainya anak Adam memiliki satu lembah harta, sungguh ia ingin memiliki dua lembah harta, dan seandainya ia memiliki dua lembah harta, sungguh ia ingin memiliki tiga lembah harta dan tidak memenuhi perut manusia (tidak merasa puas) kecuali perutnya diisi dengan tanah dan Allah akan menerima taubat (memberi ampunan) kepada orang yang bertobat." (HR Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, dan at-Tirmizhi dari Anas)

Ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah bangga dalam berlebih-lebihan. Seseorang berusaha memiliki lebih banyak dari yang lain baik harta ataupun kedudukan dengan tujuan semata-mata untuk mencapai ketinggian dan kebanggaan. Bukan digunakan pada jalan kebaikan atau untuk membantu menegakkan keadilan dan maksud baik lainnya.
halaman ke-1
cover top ayah
وَاِذَا قُرِئَ الۡقُرۡاٰنُ فَاسۡتَمِعُوۡا لَهٗ وَاَنۡصِتُوۡا لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُوۡنَ‏
Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.

(QS. Al-A’raf:204)
cover bottom ayah
preload video