Apa Penyebab Ajaran Nabi Isa Berubah Menjadi Kristen? Ini Penjelasan Ustaz Felix Siauw
Rabu, 16 April 2025 - 17:33 WIB
Pembentukan Dasar Ajaran Kristen
Setelah ajaran Nabi Isa berkembang, terjadi perbedaan pandangan antara Petrus dan Paulus mengenai siapa yang berhak menjadi pengikut Yesus. Petrus, yang lebih fokus pada dakwah kepada orang Yahudi, bertentangan dengan Paulus yang lebih terbuka untuk orang-orang non-Yahudi. Perbedaan ini sempat menjadi bahan perdebatan di antara para pengikut Yesus, namun pada akhirnya ajaran yang dibawa oleh Paulus mendapatkan dukungan lebih besar, terutama di kalangan masyarakat non-Yahudi.Pada abad ke-1, ajaran yang disebarkan oleh Paulus mulai dikenal luas dan mengarah pada pembentukan agama baru yang dikenal sebagai "Kristen". Pengikut-pengikut awal ini, yang sebagian besar berasal dari kalangan non-Yahudi, mulai menyebarkan ajaran ini lebih jauh ke berbagai penjuru dunia, termasuk wilayah Romawi yang besar.
Baca juga: 7 Persamaan Nabi Isa dan Yesus
Persekusi Romawi dan Konstantin
Perjalanan ajaran Kristen tidak selalu mulus. Pada abad ke-2 dan ke-3, Kekaisaran Romawi memulai persekusi terhadap orang-orang Kristen. Salah satu kaisar Romawi yang terkenal dengan persekusinya terhadap orang Kristen adalah Kaisar Desius pada tahun 250 Masehi. Persekusi ini bertujuan untuk menghapus ajaran Kristen dan memperkuat agama-agama tradisional Romawi yang menyembah dewa-dewa seperti Zeus dan Apollo. Namun, meskipun dihadapkan pada persekusi yang hebat, ajaran Kristen tetap berkembang, terutama di wilayah-wilayah yang dikuasai Romawi.Situasi ini mulai berubah pada awal abad ke-4 ketika Kaisar Konstantin naik tahta. Konstantin memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan agama Kristen, terutama setelah ia mengklaim memiliki pengalaman spiritual yang mengarahkannya untuk memeluk ajaran Kristen. Pada tahun 312 Masehi, Konstantin memutuskan untuk mengesahkan agama Kristen dan memberikan perlindungan kepada para pengikutnya.
Konsili Nikea dan Perkembangan Kristen sebagai Agama Negara
Salah satu langkah besar yang diambil oleh Konstantin untuk memperkuat posisi agama Kristen adalah dengan mengadakan Konsili Nikea pada tahun 325 M. Konsili ini dihadiri oleh lebih dari 300 pemimpin gereja dan berfungsi untuk menyatukan pandangan tentang doktrin Kristen. Salah satu isu besar yang dibahas adalah mengenai "nature of Jesus" atau hakikat Yesus, apakah ia setara dengan Tuhan atau merupakan makhluk yang berbeda. Hasil dari konsili ini menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan yang satu dengan Allah, yang kemudian dikenal sebagai doktrin Trinitas.Setelah Konsili Nikea, Konstantin tidak hanya memberikan kebebasan beragama kepada orang Kristen, tetapi juga mulai mendirikan gereja-gereja di bekas kuil-kuil Romawi. Dengan dukungan negara, agama Kristen semakin berkembang dan meluas, tidak hanya di dalam kekaisaran Romawi tetapi juga ke luar wilayah Romawi.
Penyebaran Kristen dan Pengaruh Romawi
Pada masa pemerintahan Konstantin, agama Kristen mulai diterima secara luas dan mulai mengambil alih banyak tempat ibadah yang dulunya diperuntukkan bagi agama-agama pagan. Konstantin juga berperan dalam menyebarkan agama Kristen ke wilayah-wilayah baru, seperti Eropa, yang kelak akan menjadi basis utama penyebaran agama ini.Pada abad-abad berikutnya, setelah Konstantin, Kristen terus berkembang pesat. Tatanan gereja yang dibentuk oleh Konstantin menjadi lebih terorganisir dan mendapat dukungan penuh dari negara, menjadikan agama Kristen sebagai agama negara di Kekaisaran Romawi. Oleh karena itu, ajaran yang dibawa oleh Nabi Isa, meskipun awalnya hanya diterima oleh sebagian kecil orang Yahudi dan non-Yahudi, akhirnya berkembang menjadi agama besar yang menguasai sebagian besar dunia Barat.
Perpecahan Kristen dan Kelanjutannya
Setelah zaman Konstantin, gereja Kristen mengalami berbagai perubahan besar. Pada abad ke-11, terjadi perpecahan besar dalam tubuh Kristen yang dikenal dengan sebutan Skisma Besar. Gereja Timur, yang berpusat di Konstantinopel, memisahkan diri dari Gereja Barat, yang berpusat di Roma. Perpecahan ini menghasilkan dua aliran besar dalam Kristen, yaitu Katolik Roma dan Ortodoks Timur.Lihat Juga :