Mengapa Haji Itu Disebut Panggilan Allah SWT?
Minggu, 04 Mei 2025 - 05:15 WIB
Panggilan haji lebih istimewa dibanding panggilan untuk melaksanakan ibadah lainnya seperti panggilan jihad dan sebagainya., karena haji diperintahkan langsung oleh Allah seperti disebut dalam QS Ali Imran ayat 96. Foto ilustrasi/ist
Ibadah haji menjadi rukun Islam terakhir yang harus dilakukan oleh umat Islam yang mampu dan mendapatkan panggilan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kenapa disebut panggilan Allah? Karena panggilan haji lebih istimewa dibanding panggilan untuk melaksanakan ibadah lainnya seperti panggilan jihad dan sebagainya.
KH Sujadi, mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu Lampung, seperti dilansir NU Online menjelaskan, panggilan haji sangat istimewa karena panggilan ibadah haji ini di antaranya termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Imran ayat 96.
Inna awwala Baitinw wudi'a linnaasi lallazii bi Bakkata mubaarakanw wa hudal lil 'aalamiin
Artinya : "Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam" (QS Ali Imran : 96)
“Ayat ini menyebut, ..Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana,” ungkapnya baru-baru ini.
Dalam ayat tersebut, menurut KH Sujadi, perintah haji diawali dengan kata walillah (Allah). Ini menunjukkan bahwa panggilan haji adalah hal yang spesial karena langsung memuat asma Allah . Sehingga siapapun yang menjalankan ibadah haji haruslah menata niat dengan baik lillahi ta’ala (hanya karena Allah).
“Jangan sampai keliru niat. Niatkan hanya untuk beribadah kepada Allah swt. Niat ini yang paling sulit untuk ditanamkan dan diamalkan. Kalau daftar mudah, bisa siapa saja dengan berbagai cara,” jelasnya.
Ia mencontohkan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh jamaah agar niatan berhaji benar-benar bisa terjaga dengan tidak melakukan berbagai aktivitas yang dapat mengaburkan niat. Di antaranya adalah niat haji untuk berwisata, rekreasi dengan banyak berselfi yang menjadi tren digital masa kini. “Kalau mau selfi di Kakbah, ‘selfilah’ dengan Allah swt yang memiliki Ka’bah dengan banyak beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya,” ajak Abah Sujadi-- sapaan karb KH Sujadi ini.
Baca juga: Tahun Ini Haji Akbar, Mengapa dan Apa Alasannya?
KH Sujadi, mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu Lampung, seperti dilansir NU Online menjelaskan, panggilan haji sangat istimewa karena panggilan ibadah haji ini di antaranya termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Imran ayat 96.
اِنَّ اَوَّلَ بَيۡتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَـلَّذِىۡ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلۡعٰلَمِيۡنَۚ
Inna awwala Baitinw wudi'a linnaasi lallazii bi Bakkata mubaarakanw wa hudal lil 'aalamiin
Artinya : "Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam" (QS Ali Imran : 96)
“Ayat ini menyebut, ..Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana,” ungkapnya baru-baru ini.
Dalam ayat tersebut, menurut KH Sujadi, perintah haji diawali dengan kata walillah (Allah). Ini menunjukkan bahwa panggilan haji adalah hal yang spesial karena langsung memuat asma Allah . Sehingga siapapun yang menjalankan ibadah haji haruslah menata niat dengan baik lillahi ta’ala (hanya karena Allah).
“Jangan sampai keliru niat. Niatkan hanya untuk beribadah kepada Allah swt. Niat ini yang paling sulit untuk ditanamkan dan diamalkan. Kalau daftar mudah, bisa siapa saja dengan berbagai cara,” jelasnya.
Ia mencontohkan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh jamaah agar niatan berhaji benar-benar bisa terjaga dengan tidak melakukan berbagai aktivitas yang dapat mengaburkan niat. Di antaranya adalah niat haji untuk berwisata, rekreasi dengan banyak berselfi yang menjadi tren digital masa kini. “Kalau mau selfi di Kakbah, ‘selfilah’ dengan Allah swt yang memiliki Ka’bah dengan banyak beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya,” ajak Abah Sujadi-- sapaan karb KH Sujadi ini.
Baca juga: Tahun Ini Haji Akbar, Mengapa dan Apa Alasannya?
Lihat Juga :