Ibadah Haji : Pakaian Ihram, Pengingat Kain Kafan dan Kematian

Minggu, 18 Mei 2025 - 17:19 WIB
Orang haji ketika ia melepaskan pakaiannya pada waktu miqat dan mengenakan pakaian ihram -nya hendaknya ia merenungkan baik-baik hal ini. Hendaknya ia mengingat kematian yang merupakan akhir dari kehidupan dunia dan awal dari kehidupan akhirat.

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr mengatakan betapa besar manfaat haji bagi seorang hamba ketika ia mengingat kepergiannya, mengingat perpisahan dengan manusia dan kawan-kawan, mengingat bahwa ia tidak memiliki harta apapun kecuali kain kafan, satu-satunya harta yang akan ia bawa ke alam kuburnya dan itupun pasti akan hancur.

Rasulullah SAW bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِى الْمَوْتَ


“Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan, yakni kematian” [Sunan At Tirmidzi (2307) Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ (1210)].

Orang yang mengingat kematian selalu memperhatikan urusan akhiratnya. Ia tidak akan menjadikan dunia sebagai cita-cita terbesarnya. Mengingat kematian akan menghalangi seseorang dari berbuat maksiat, membuat hati yang keras menjadi lembut, menghilangkan kesenangan yang berlebihan terhadap dunia, dan tidak mengambil pusing terhadap cobaan-cobaan di dunia.

Sesungguhnya kain kafan yang dimasukkan ke dalam kubur bersama seseorang tidak akan bermanfaat baginya sedikitpun dan kain itu akan hancur. Padahal kain kafan adalah satu-satunya harta dunia yang ia bawa masuk bersamanya ke dalam kubur. Hal yang bermanfaat baginya hanyalah amal salehnya.

Baca juga: 7 Amalan Pahalanya Setara Haji dan Umrah, Ada yang Sangat Sederhana Dilakukan

Telah sahih hadis dalam Shahihain dari Anas bin Malik dari Nabi bahwasanya beliau SAW bersabda:

یَتْبَعُ المیِّتَ ثَلَاثَةٌ، فَیَرْجِعُ اثْنَانِ وَیَبْقَى وَاحِدٌ: یَتْبَعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمُلُه، فَیَرْجِعُ أَھْلُهُ وَمَالُه، وَیَبْقَى عَمَلُه
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!