Hukum Tajwid Surat Al Hijr Ayat 3, Panduan Membaca Lengkap dengan Penjelasan dan Maknanya

Kamis, 22 Mei 2025 - 08:54 WIB
Al Hijr merupakan salah satu surat dalam Al-Qur’an yang berada pada urutan ke-15 dan termasuk golongan surat Makkiyah karena diturunkan di Makkah. Foto ilustrasi/ist
Surat Al Hijr merupakan salah satu surat dalam Al-Qur’an yang berada pada urutan ke-15 dan termasuk golongan surat Makkiyah karena diturunkan di Makkah. Dalam ayat ke-3 surat ini, terkandung banyak pelajaran spiritual serta nilai-nilai keimanan . Selain itu, ayat tersebut juga mengandung beragam hukum bacaan (tajwid) yang penting untuk dipahami agar pembacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang benar.

Mengetahui dan menerapkan hukum tajwid dalam membaca ayat ini tidak hanya memperindah bacaan, tetapi juga menjaga keaslian lafal dan makna yang disampaikan oleh Allah SWT.

Bacaan Surat Al Hijr Ayat 3 Beserta Terjemahannya dan Maknanya

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوْا وَيَتَمَتَّعُوْا وَيُلْهِهِمُ الْاَ مَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ


zar-hum ya-kuluu wa yatamatta’uu wa yul-hihimul-amalu fa saufa ya’lamuun

“Biarkanlah mereka (hidup di dunia ini) makan, bersenang-senang, dan terbuai oleh harapan-harapan kosong mereka. Pada akhirnya, mereka akan menyadari (akibat dari apa yang mereka perbuat).” (QS. Al-Hijr: Ayat 3)

Ayat ini mengandung pesan penting yang bersifat peringatan bagi manusia, terutama mereka yang lalai terhadap kebenaran. Berikut beberapa inti kandungan maknanya:

1. Kebebasan Sementara untuk Orang yang Lalai

Allah membiarkan orang-orang kafir dan orang yang mendustakan ajaran-Nya untuk sementara menikmati kehidupan dunia. Mereka makan, bersenang-senang, dan merasa aman dalam kenikmatan duniawi tanpa memperhatikan akibat dari perbuatan mereka.

2. Kelalaian karena Angan-Angan Kosong

Mereka terbuai oleh harapan palsu dan angan-angan yang tidak berdasar, seperti menganggap hidup hanya soal dunia tanpa mempertimbangkan akhirat. Pikiran mereka tersibukkan oleh keinginan duniawi yang melenakan.

3. Peringatan akan Konsekuensi

Ayat ini menegaskan bahwa meskipun mereka dibiarkan hidup dalam kelalaian, pada akhirnya mereka akan menyadari dan mengetahui balasan atas apa yang telah mereka lakukan—baik di dunia maupun di akhirat.

4. Teguran bagi Orang Beriman

Ayat ini juga menjadi penguat bagi orang-orang beriman agar tidak terpengaruh oleh gemerlap dunia atau gaya hidup orang-orang yang jauh dari petunjuk Allah. Ini adalah ajakan untuk tetap teguh dalam iman dan menjauhi sikap lalai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!