Bacaan Niat Puasa Asyura dan Keistimewaannya, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Rabu, 24 Juni 2026 - 08:20 WIB
loading...
Banyak keutamaan puasa sunnah Asyura tersebut, salah satunya bisa menjadi penghapus dosa setahun yang lalu. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Puasa Asyura adalah puasa yang dilaksanakan pada hari kesepuluh dari bulan Muharam. Banyak keutamaan puasa sehari tersebut, salah satunya bisa menjadi penghapus dosa setahun yang lalu.
Imam At-Turmudzi meriwayatkan sebuah hadis hasan sahih bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk puasa Asyura , yaitu pada hari kesepuluh dari bulan Muharam.
Syaikh Muhammad bin Shalih Munajjid dalam buku berjudul "Fadl shahr almuharam wasiam eashura'" menyebut pada hari itu merupakan keutamaan Allah kepada kita, menjadikan puasa sehari sebagai penghapus dosa setahun penuh.
Ibnu Abbas ra berkata: “Aku tidak melihat Nabi SAW begitu antusias memuasai suatu hari yang lebih diharap keutamaannya dibanding hari-hari lain selain hari ini, yaitu hari Asyuro, dan bulan ini, maksudnya bulan Ramadan .” (HR al-Bukhari )
Baca juga: Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Syaikh Muhammad bin Shalih Munajjid menjelaskan makna antusias di sini adalah mengharap dengan puasa itu pahala dan dilakukan dengan rasa sukacita.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Puasa hari Asyuro, aku mengharap pahala dari Allah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR Muslim)
Abdullah bin Abbas ra meriwayatkanm ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyuro dan memerintahkan untuk memuasainya, para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari itu adalah hari yang diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani.”
Imam At-Turmudzi meriwayatkan sebuah hadis hasan sahih bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk puasa Asyura , yaitu pada hari kesepuluh dari bulan Muharam.
Syaikh Muhammad bin Shalih Munajjid dalam buku berjudul "Fadl shahr almuharam wasiam eashura'" menyebut pada hari itu merupakan keutamaan Allah kepada kita, menjadikan puasa sehari sebagai penghapus dosa setahun penuh.
Ibnu Abbas ra berkata: “Aku tidak melihat Nabi SAW begitu antusias memuasai suatu hari yang lebih diharap keutamaannya dibanding hari-hari lain selain hari ini, yaitu hari Asyuro, dan bulan ini, maksudnya bulan Ramadan .” (HR al-Bukhari )
Baca juga: Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Syaikh Muhammad bin Shalih Munajjid menjelaskan makna antusias di sini adalah mengharap dengan puasa itu pahala dan dilakukan dengan rasa sukacita.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Puasa hari Asyuro, aku mengharap pahala dari Allah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR Muslim)
Abdullah bin Abbas ra meriwayatkanm ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyuro dan memerintahkan untuk memuasainya, para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari itu adalah hari yang diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani.”
Lihat Juga :