Tips Cegah Sakit di Tanah Suci, Ini Waktu Paling Rentan dan Solusinya
Minggu, 25 Mei 2025 - 17:33 WIB
Ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan fisik dan mental dalam waktu yang panjang. Foto: Dok SINDOnews
JAKARTA - Ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan fisik dan mental dalam waktu yang panjang. Namun, di balik kekhusyukan ibadah, ada tantangan kesehatan serius yang perlu diantisipasi oleh setiap jemaah.
Bukan hanya karena aktivitas padat, tetapi juga karena kondisi iklim, kelelahan, dan penurunan daya tahan tubuh selama perjalanan.
Baca juga: Haji 2025: 5 Aturan Penting yang Perlu Anda Ketahui
Tidak sedikit jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan ringan hingga berat mulai dari dehidrasi, infeksi saluran pernapasan, kelelahan ekstrem, hingga kolaps saat wukuf di Arafah.
Semua ini umumnya terjadi karena jemaah tidak mengetahui waktu paling rentan sakit saat haji dan tidak memiliki strategi pencegahan yang tepat.
Waktu paling rentan sakit saat haji:
- 3 hari pertama setelah tiba di Arab Saudi, karena adaptasi cuaca dan kelelahan perjalanan.
- Menjelang puncak ibadah (Arafah–Mina) saat fisik mulai terkuras.
- Pasca-puncak haji, karena kelelahan kumulatif dan kurangnya istirahat.
Berdasarkan laporan Kemenkes, jemaah haji Indonesia yang dirawat jalan di Tanah Suci, jumlahnya mencapai 26.192 orang pada tahun 2023. Dengan rincian rawat jalan di Madinah sebanyak 24.467 orang, Makkah 1.223 orang, dan di bandara 502 orang.
Bukan hanya karena aktivitas padat, tetapi juga karena kondisi iklim, kelelahan, dan penurunan daya tahan tubuh selama perjalanan.
Baca juga: Haji 2025: 5 Aturan Penting yang Perlu Anda Ketahui
Tidak sedikit jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan ringan hingga berat mulai dari dehidrasi, infeksi saluran pernapasan, kelelahan ekstrem, hingga kolaps saat wukuf di Arafah.
Semua ini umumnya terjadi karena jemaah tidak mengetahui waktu paling rentan sakit saat haji dan tidak memiliki strategi pencegahan yang tepat.
Waktu paling rentan sakit saat haji:
- 3 hari pertama setelah tiba di Arab Saudi, karena adaptasi cuaca dan kelelahan perjalanan.
- Menjelang puncak ibadah (Arafah–Mina) saat fisik mulai terkuras.
- Pasca-puncak haji, karena kelelahan kumulatif dan kurangnya istirahat.
Berdasarkan laporan Kemenkes, jemaah haji Indonesia yang dirawat jalan di Tanah Suci, jumlahnya mencapai 26.192 orang pada tahun 2023. Dengan rincian rawat jalan di Madinah sebanyak 24.467 orang, Makkah 1.223 orang, dan di bandara 502 orang.
Lihat Juga :