Tips Cegah Sakit di Tanah Suci, Ini Waktu Paling Rentan dan Solusinya
Minggu, 25 Mei 2025 - 17:33 WIB
Sementara yang dirujuk ke rumah sakit mencapai 165 orang, yang berada di Madinah 172 orang, Makkah 13 orang, serta di bandara 11 orang.
Penyakit yang paling banyak dikeluhkan jemaah yakni kelelahan, hypertensive heart disease, gangguan saluran pernapasan, dyspepsia, dan diabetes melitus. Itu adalah 5 penyakit terbanyak yang banyak dikeluhkan jemaah haji.
Menyikapi ini, sejumlah penyelenggara haji mulai menyisipkan pendekatan preventif dalam layanan mereka. Salah satunya Dago Wisata International yang memasukkan edukasi kesehatan dalam program manasik.
Program ini mencakup pemahaman soal hidrasi, pentingnya istirahat cukup, serta antisipasi gejala awal penyakit saat haji. “Kami ingin jemaah bisa menjalankan ibadah dengan sehat dan tenang sampai pulang ke Tanah Air. Maka sejak manasik, kami bekali edukasi kesehatan yang realistis dan aplikatif,” ujar Direktur Utama PT Dago Wisata International H Dodi Sudrajat, Minggu (25/5/2025).
Beberapa pendamping di lapangan juga diberikan pelatihan dasar untuk menangani gangguan kesehatan ringan secara cepat sebagai langkah awal menjaga jemaah tetap sehat selama beribadah.
“Kami percaya ibadah yang khusyuk dimulai dari tubuh yang kuat. Karena itu, kesehatan jemaah adalah bagian dari ibadah yang kami jaga bersama,” katanya.
Pendekatan seperti ini diharapkan dapat mendukung jemaah dalam menjalani ibadah haji secara lebih tenang, aman, dan sehat. Dengan memahami waktu paling rentan sakit saat haji dan memiliki partner perjalanan yang sigap, perjalanan spiritual dapat menjadi pengalaman yang berkesan dan penuh keberkahan.
Penyakit yang paling banyak dikeluhkan jemaah yakni kelelahan, hypertensive heart disease, gangguan saluran pernapasan, dyspepsia, dan diabetes melitus. Itu adalah 5 penyakit terbanyak yang banyak dikeluhkan jemaah haji.
Menyikapi ini, sejumlah penyelenggara haji mulai menyisipkan pendekatan preventif dalam layanan mereka. Salah satunya Dago Wisata International yang memasukkan edukasi kesehatan dalam program manasik.
Program ini mencakup pemahaman soal hidrasi, pentingnya istirahat cukup, serta antisipasi gejala awal penyakit saat haji. “Kami ingin jemaah bisa menjalankan ibadah dengan sehat dan tenang sampai pulang ke Tanah Air. Maka sejak manasik, kami bekali edukasi kesehatan yang realistis dan aplikatif,” ujar Direktur Utama PT Dago Wisata International H Dodi Sudrajat, Minggu (25/5/2025).
Beberapa pendamping di lapangan juga diberikan pelatihan dasar untuk menangani gangguan kesehatan ringan secara cepat sebagai langkah awal menjaga jemaah tetap sehat selama beribadah.
“Kami percaya ibadah yang khusyuk dimulai dari tubuh yang kuat. Karena itu, kesehatan jemaah adalah bagian dari ibadah yang kami jaga bersama,” katanya.
Pendekatan seperti ini diharapkan dapat mendukung jemaah dalam menjalani ibadah haji secara lebih tenang, aman, dan sehat. Dengan memahami waktu paling rentan sakit saat haji dan memiliki partner perjalanan yang sigap, perjalanan spiritual dapat menjadi pengalaman yang berkesan dan penuh keberkahan.
(jon)
Lihat Juga :