Ada Hari Tasyrik, Bolehkah Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh?
Kamis, 05 Juni 2025 - 19:54 WIB
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
"Kekasihku (yaitu Rasulullah mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati:
(1) berpuasa tiga hari setiap bulannya,
(2) mengerjakan salat Dhuha,
(3) mengerjakan salat witir sebelum tidur." (HR Al-Bukhari)
"Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." (HR Al-Bukhari)
Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata:
أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ: صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلاَةِ الضُّحَى، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
"Kekasihku (yaitu Rasulullah mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati:
(1) berpuasa tiga hari setiap bulannya,
(2) mengerjakan salat Dhuha,
(3) mengerjakan salat witir sebelum tidur." (HR Al-Bukhari)
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Hadis lain yang menerangkan keutamaan puasa 3 hari setiap bulan yaitu dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash, Rasulullah bersabda:صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
"Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." (HR Al-Bukhari)
Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ
Lihat Juga :