Keutamaan Ibadah Kurban, Amal yang Paling Dicintai Allah yang Pahalanya Tak terhitung

Jum'at, 06 Juni 2025 - 06:35 WIB
Menurut beberapa hadis Nabi, bahwa orang yang berkurban maka amal kurbannya dicatat sebagai amal yang paling dicintai oleh Allah Taala. Pahalanya lebih cepat dan tak terhitung. Foto ilustrasi/SindoNews
Salah satu ibadah penting di Hari Raya Iduladha adalah menyembelih hewan kurban atau ibadah kurban . Ibadah ini( berkurban ) termasuk ibadah yang pahalanya sangat luar biasa. Dalam banyak riwayat Nabi SAW senantiasa melakukan ibadah kurban setiap bulan Dzulhijjah .

Perintah berkurban ini juga diabadikan oleh Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an: "Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan bekurbanlah". (Surah Al-Kautsar: ayat 2)

Ibadah Kurban adalah syariat yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalam yang mengorbankan anak kesangannya Ismail 'alaihissalam kepada Allah Ta'ala, namun Allah menggantinya dengan hewan sejenis domba.

Berikut akan kita ulas hukum dan keutamaan berkurban sebagaimana dikutip dari Buku "Fiqih Qurban Perspektif Madzhab Syafi'i" karya Ustaz Muhammad Ajib (pengajar Rumah Fiqih Indonesia).

Pengertian Kurban

Secara bahasa kata Qurban dalam ilmu fiqih dikenal dengan istilah Udhhiyah. Imam al-Qurtubi menjelaskan definisi Udhhiyah secara bahasa adalah sebagai berikut: "Kambing yang disembelih pada waktu dhahwah (waktu dhuha)". (Al-Jaami’ Li Ahkaamil Quran Karya Imam al-Qurtubi)

Sedangkan Udhhiyyah menurut istilah syara' sebagaimana disebutkan Imam Ibnu Abdiin adalah: "Hewan yang disembelih dengan tujuan bertaqarrub kepada AllahTa'aladi hari Nahr dengan syarat-syarat tertentu". (Hasyiah Ibnu Abdiin).(Baca Juga: Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan Berkurban )

Hukum Berkurban

Dalam mazhab Syafi'i, ibadah Kurban hukumnya Sunnah Mu'akkadah. Yaitu ibadah yang jika dilakukan mendapatkan pahala di sisi Allah, jika tidak dilakukan pun tidak akan berdosa. Namun, seyogyanya bagi yang memiliki keluasan rezeki diperintahkan untuk tidak meninggalkan ibadah yang satu ini. Sebab, walaupun hukumnya sebatas sunnah (tidak wajib), namun sunnah yang satu ini termasuk sunnah yang sangat dianjurkan sekali. Dengan kata lain Sunnah Mu'akkadah (sunnah yang kuat).

Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam Kitab al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menyebutkan bahwa Adapun masalah hukum qurban , Imam Syaf'ii (wafat 204 H) dan ulama Syafiiyah menyebutkan hukumnya Sunnah Mu'akkadah. Kurban termasuk syiar agama Allah yang sebaiknya dijaga bagi yang mampu melaksanakannya walaupun tidak wajib berdasarkan dalil syar'i. (An Nawawi, Al Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, hal. 383 jilid. 8)

Baca juga: Iduladha : Ibadah Utama dan yang Dilarang Saat Berkurban

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!