Mereka Tertipu Padahal Rajin Salat Dhuha dan Tahajud, Ini Penyebabnya
Rabu, 09 September 2020 - 05:00 WIB
Baca juga: Dipimpin Muhadjir Effendy, Pemakaman Abdul Malik Fadjar Berjalan Khidmad
Hanya saja masalah yang cukup rumit ialah mendahulukan sebagian ketaatan atas sebagian yang lain. Seperti mendahulukan hal-hal yang fardhu atas hal-hal yang sunnah; mendahulukan fardhu ain atas fardhu kifayah; mendahulukan fardhu kifayah yang tidak ada orang yang
mengerjakannya atas fardhu kifayah yang sudah ada orang yang mengerjakannya; mendahulukan fardhu ain yang paling penting atas hal-hal yang kurang penting; dan mendahulukan urusan yang sudah mendesak atas urusan yang masih longgar waklunya.
Hal ini adalah seperti mendahulukan kepentingan ibu atas kepentingan ayah; karena sesungguhnya ketika Rasulullah SAW ditanya oleh seorang sahabat, "Kepada Siapakah aku harus berbuat baik wahai Rasulullah?"
Baca juga: Cegah Klaster Pilkada, DPR Minta Calon Patuhi Protokol Covid-19
Rasul menjawab, "Ibumu."
Orang itu bertanya lagi, "Kemudian kepada siapa?"
Rasul menjawab, "Ibumu."
Dia bertanya lagi, "Kemudian kepada siapa lagi?"
Rasul menjawab, "Ibumu."
Dia bertanya lagi, "Kemudian kepada siapa lagi?"
Rasul menjawab, "Ayahmu."
Hanya saja masalah yang cukup rumit ialah mendahulukan sebagian ketaatan atas sebagian yang lain. Seperti mendahulukan hal-hal yang fardhu atas hal-hal yang sunnah; mendahulukan fardhu ain atas fardhu kifayah; mendahulukan fardhu kifayah yang tidak ada orang yang
mengerjakannya atas fardhu kifayah yang sudah ada orang yang mengerjakannya; mendahulukan fardhu ain yang paling penting atas hal-hal yang kurang penting; dan mendahulukan urusan yang sudah mendesak atas urusan yang masih longgar waklunya.
Hal ini adalah seperti mendahulukan kepentingan ibu atas kepentingan ayah; karena sesungguhnya ketika Rasulullah SAW ditanya oleh seorang sahabat, "Kepada Siapakah aku harus berbuat baik wahai Rasulullah?"
Baca juga: Cegah Klaster Pilkada, DPR Minta Calon Patuhi Protokol Covid-19
Rasul menjawab, "Ibumu."
Orang itu bertanya lagi, "Kemudian kepada siapa?"
Rasul menjawab, "Ibumu."
Dia bertanya lagi, "Kemudian kepada siapa lagi?"
Rasul menjawab, "Ibumu."
Dia bertanya lagi, "Kemudian kepada siapa lagi?"
Rasul menjawab, "Ayahmu."
Lihat Juga :