Kisah Syaikh Abubakar, Jangggut Panjang, dan Nasihat Iblis kepada Nabi Musa
Rabu, 09 September 2020 - 06:06 WIB
Baca juga: DKI Akan Ganti Sembako Covid-19 Jadi BLT jika Pandemi hingga Tahun Depan
Tambahnya, "Pada saat itulah, ketika aku mengira yang demikian itu sudah tertakdir bagiku, maka khimarku kalian dengar mengeluarkan suara yang terasa tak sejalan. Dengan suara itu ia ingin mengatakan, 'Inilah jawaban yang diberikan seekor khimar kepada dia yang berlagak besar dan begitu suka menyombongkan diri!'
Itulah sebabnya api penyesalan begitu tiba-tiba melanda jiwaku dan sikapku pun berubah, dan kedudukan yang kuhayalkan hancur berkeping-keping."
O kau yang berubah di setiap saat, kau seperti Fir'aun sampai ke akar-akar rambutmu. Tetapi jika kau hancurkan "sang aku" dalam dirimu sehari saja, maka kegelapan yang meliputimu akan menjadi terang. Jangan ucapkan kata "aku." Kau akan terperosok ke dalam seratus kejahatan lantaran "aku-aku"-mu, dan kau akan selalu tergoda oleh setan.
Baca juga: Nah Lo! Karyawan Gaji di Atas Rp5 Juta Tapi Dapat BLT Disuruh Balikin ke BPJS
Tuhan Bersabda Kepada Musa
Suatu hari Tuhan bersabda kepada Musa secara gaib, "Pergilah minta nasihat dari Setan." Maka Musa pun pergi menemui Iblis dan setelah sampai padanya, ia pun minta nasihat padanya. "Senantiasa ingatlah," kata Iblis, "akan kaidah sederhana ini: jangan bilang 'aku,' agar kau tak akan menjadi seperti aku."
Selama masih tinggal dalam dirimu sedikit rasa cinta diri sendiri, maka kau akan ikut juga dalam ketaksetiaan. Kemalasan ialah rintangan ke Jalan Ruhani; tetapi jika kau berhasil melintasi rintangan ini, maka sebentar saja seratus "aku" akan pecah kepalanya.
Semua pun melihat kesombongan dan kebanggaan diri yang ada padamu, kebencian, iri hati dan kemarahanmu, tetapi kau sendiri tak melihatnya. Ada sesudut dalam dirimu yang penuh dengan naga, dan karena lalai kau dikorbankan pada mereka; dan kau manjakan mereka serta kau pelihara mereka siang dan malam. Maka bila kau sadar akan keadaan batinmu, kenapa pula kau tinggal begitu tak peduli,
Darwis yang Punya Janggut Indah
Di masa Musa ada seorang darwis yang menghabiskan waktu siang dan malamnya dalam ibadat , namun tak menghayati rasa kerohanian. Ia punya janggut panjang yang indah, dan sering selagi berdoa, ia berhenti untuk menyisir janggut itu. Suatu hari, ketika melihat Musa ia pun mendapatkannya dan berkata, "O Pasya dari Tursina, kumohon padamu, bertanyalah pada Tuhan, mengapa aku tak mengalami kepuasan rohani maupun haru gembira."
Baca juga: Cegah Klaster Pilkada, DPR Minta Calon Patuhi Protokol Covid-19
Pada kesempatan berikutnya ketika Musa naik ke Tursina ia pun bicara pada Tuhan tentang darwis itu, dan Tuhan pun bersabda dengan nada tak berkenan, "Meskipun darwis itu telah mencari persatuan dengan aku, namun ia senantiasa memikirkan janggutnya yang panjang itu."
Tambahnya, "Pada saat itulah, ketika aku mengira yang demikian itu sudah tertakdir bagiku, maka khimarku kalian dengar mengeluarkan suara yang terasa tak sejalan. Dengan suara itu ia ingin mengatakan, 'Inilah jawaban yang diberikan seekor khimar kepada dia yang berlagak besar dan begitu suka menyombongkan diri!'
Itulah sebabnya api penyesalan begitu tiba-tiba melanda jiwaku dan sikapku pun berubah, dan kedudukan yang kuhayalkan hancur berkeping-keping."
O kau yang berubah di setiap saat, kau seperti Fir'aun sampai ke akar-akar rambutmu. Tetapi jika kau hancurkan "sang aku" dalam dirimu sehari saja, maka kegelapan yang meliputimu akan menjadi terang. Jangan ucapkan kata "aku." Kau akan terperosok ke dalam seratus kejahatan lantaran "aku-aku"-mu, dan kau akan selalu tergoda oleh setan.
Baca juga: Nah Lo! Karyawan Gaji di Atas Rp5 Juta Tapi Dapat BLT Disuruh Balikin ke BPJS
Tuhan Bersabda Kepada Musa
Suatu hari Tuhan bersabda kepada Musa secara gaib, "Pergilah minta nasihat dari Setan." Maka Musa pun pergi menemui Iblis dan setelah sampai padanya, ia pun minta nasihat padanya. "Senantiasa ingatlah," kata Iblis, "akan kaidah sederhana ini: jangan bilang 'aku,' agar kau tak akan menjadi seperti aku."
Selama masih tinggal dalam dirimu sedikit rasa cinta diri sendiri, maka kau akan ikut juga dalam ketaksetiaan. Kemalasan ialah rintangan ke Jalan Ruhani; tetapi jika kau berhasil melintasi rintangan ini, maka sebentar saja seratus "aku" akan pecah kepalanya.
Semua pun melihat kesombongan dan kebanggaan diri yang ada padamu, kebencian, iri hati dan kemarahanmu, tetapi kau sendiri tak melihatnya. Ada sesudut dalam dirimu yang penuh dengan naga, dan karena lalai kau dikorbankan pada mereka; dan kau manjakan mereka serta kau pelihara mereka siang dan malam. Maka bila kau sadar akan keadaan batinmu, kenapa pula kau tinggal begitu tak peduli,
Darwis yang Punya Janggut Indah
Di masa Musa ada seorang darwis yang menghabiskan waktu siang dan malamnya dalam ibadat , namun tak menghayati rasa kerohanian. Ia punya janggut panjang yang indah, dan sering selagi berdoa, ia berhenti untuk menyisir janggut itu. Suatu hari, ketika melihat Musa ia pun mendapatkannya dan berkata, "O Pasya dari Tursina, kumohon padamu, bertanyalah pada Tuhan, mengapa aku tak mengalami kepuasan rohani maupun haru gembira."
Baca juga: Cegah Klaster Pilkada, DPR Minta Calon Patuhi Protokol Covid-19
Pada kesempatan berikutnya ketika Musa naik ke Tursina ia pun bicara pada Tuhan tentang darwis itu, dan Tuhan pun bersabda dengan nada tak berkenan, "Meskipun darwis itu telah mencari persatuan dengan aku, namun ia senantiasa memikirkan janggutnya yang panjang itu."
Lihat Juga :