Kisah Sahabat Tuhan, Pemabuk, dan Cinta Buta

Kamis, 10 September 2020 - 06:36 WIB
Bagaimana mungkin seorang laki-laki yang sedang mabuk cinta, memperhatikan suatu cacat yang begitu kecil?

Namun, pada waktunya, cintanya mulai berkurang dan ia pun mendapatkan kembali kewaspadaannya. Pada saat itulah ia dapat melihat bintik itu, dan bertanya pada kekasihnya bagaimana dapat terjadi yang demikian.

Kata wanita itu, "Bintik itu tampak pada saat ketika cintamu mulai dingin. Bila cintamu padaku menjadi berkurang, mataku pun menjadi demikian bagimu."

Baca juga: Peneliti CSIS Sebut 12 Calon Tunggal Miliki Keterkaitan dengan PDIP


O yang berhati buta! Berapa lama kau akan terus mencari kesalahan-kesalahan orang lain? Berusahalah untuk melek terhadap apa-apa yang kau sembunyikan dengan begitu cermat. Bila kau melihat kesalahan-kesalahanmu sendiri dengan segala keburukannya, kau tak akan begitu merisaukan kesalahan-kesalahan orang lain.

Baca juga: Muncul Logo PDIP di Sekolah Daring, Begini Kronologinya


Polisi dan Pemabuk

Seorang polisi memukul jatuh seorang laki-laki mabuk yang berkata padanya. "Mengapa menjadi marah begitu rupa? Kau berbuat sesuatu yang melanggar hukum. Aku tak menyakiti seorang pun, tetapi kau melibatkan dirimu sendiri dalam kemabukan dan melemparkan kemabukan itu ke jalan. Kau jauh lebih mabuk daripada aku, tetapi tak seorang pun memperhatikan ini. Maka tinggalkan aku sendiri, dan tuntutlah keadilan terhadap dirimu sendiri."

(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!