Akulturasi Budaya Kunci Harmoni Islam di Indonesia

Sabtu, 19 Juli 2025 - 12:11 WIB
Menurutnya menjunjung tinggi nasionalisme dan menjadi Muslim seutuhnya adalah hal yang sudah sepatutnya dijalankan bersamaan, karena nilai luhur kebangsaan dan ajaran agama sama-sama menentang ketidakadilan dan kezaliman.

Habib Ja'far menganalogikan Pancasila layaknya Piagam Madinah, sebuah kesepakatan yang dibuat Nabi Muhammad SAW untuk mengatur kehidupan secara damai antara umat Islam dengan komunitas lain di Madinah.

Ja’far memaparkan bahwa setiap sila dalam Pancasila merefleksikan ajaran dasar Islam. "Bahkan sejak pertama kali dibuat, Pancasila telah melibatkan para ulama-ulama baik dari Nahdlatul Ulama maupun dari Muhammadiyah," tegasnya.

Alumnus Magister Ilmu Quran dan Tafsir dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini menilai perlunya masyarakat untuk memilah informasi di tengah infiltrasi ideologi transnational dalam konten dakwah di media sosial.

Menurutnya, ujian paling dasar untuk sebuah konten dakwah adalah apakah ia mengandung cinta kasih (rahmatan lil 'alamin) dan etika (akhlak). Dia menyebut bahwa dakwah yang benar bersifat aspirasi, inspirasi, dan rasional. Sebaliknya, dakwah yang keliru cenderung menggunakan narasi provokasi, intimidasi dan emosi.

"Kalau nilai-nilai dakwah itu disampaikan dengan provokasi, maka itu sudah jelas bertentangan dengan nilai Islam. Tapi kalau disampaikan sebagai edukasi, maka itu sesuai dengan nilai-nilai Islam," pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!