Sejarah Azan dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan Seorang Muazin

Rabu, 06 Agustus 2025 - 11:50 WIB
2. Muazin bukan seorang yang fasiq.

3. Muazin disunnahkan memiliki suara yang bagus/merdu.

4. Disunnahkan bagi muadzzin untuk meletakkan kedua jempolnya di telinga.

5. Adzan dikumandangkan dengan berdiri.

6. Disunnahkan orang yang adzan adalah dia yang melaksanakan iqamah (qomat).

7. Ada baiknya seorang muadzzin tidak mengambil upah dari adzannya, walaupun sebagian ulama ada yang menilai boleh-boleh mengambil upah dari adzan.

Memang aslinya azan itu dimaksudkan untuk memberi tahu masuknya masuk salat dan untuk mengajak ummat Islam shalat berjamaah. Akan tetapi sebagian para ulama menilai bahwa ada beberapa kondisi dimana adzan boleh dikumandangkan, walaupun bukan dengan niat azan untuk salat, di antaranya:

1. Azan pada telinga bayi yang baru dilahirkan.

2. Azan pada telinga orang yang lagi pusing dirundung masalah.

3. Azan pada telinga orang yang sedang kesurupan syaitan.

4. Azan dibelakang orang yang mau musafir.

5. Azan ketika terjadi kebakaran.

6. Azan ketika tersesat dijalan.

7. Azan di rumah dalam rangka mengusir syaiton.

8. Azan ditelinga hewan yang “ganas”.

9. Azan ketika pasukan sedang berperang.

10 Azan pada waktu menurunkan mayyit ke kuburan.

Kata Ustaz Muhammad Saiyid Mahadhir , kesepuluh hal di atas memang masih menjadi perbedaan pendapat di antara para ulama, antara yang membolehkan dan yang tidak membolehkan. Namun, ada kondisi di mana adzan diperbolehkan untuk dikumandangkan walaupun bukan untuk adan salat. Wallahu A'lam

Baca juga: Mengapa Wanita Tidak Boleh Azan? Begini penjelasannya
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!