Benarkah Menuntut Ilmu Lebih Utama dari Amalan Sunnah?
Senin, 11 Agustus 2025 - 11:28 WIB
Akan tetapi kalau kedua amal tersebut hanya bersifat anjuran (tidak sampai wajib), seperti salat sunnah, ibadah puasa yang sunnah, sedekah, bacaan Al-Qur’an, berzikir atau yang lainnya, maka menuntut ilmu tentangnya lebih utama daripada amalan-amalan sunnah tersebut. Hal ini karena manfaat menuntut ilmu lebih luas cakupannya, yaitu bermanfaat bagi orangnya sendiri dan juga bagi orang lain. Sedangkan ibadah yang dikerjakan seseorang manfaatnya hanya untuk dirinya sendiri.
Alasan yang lain kenapa menuntut ilmu lebih utama daripada amalan-amalan sunnah, yaitu karena faedah/buah ilmu tetap ada meskipun orangnya telah mati. Kita tahu kitab-kitab para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang lebih dari 100 tahun mereka meninggal dunia, tapi Alhamdulillah kita masih bisa membaca dan mengambil faedah dari kitab-kitab mereka dan terus kita doakan mereka, semoga Allah merahmatinya.
Ini menunjukkan bahwa faedah dan buah ilmu menetap meskipun pemiliknya telah telah wafat. Sedangkan ibadah terputus setelah orangnya meninggal dunia.
Ali bin Abi Thalib juga pernah berkata:
“Orang-orang yang punya harta (tapi tidak bertakwa) telah mati di hadapan manusia ketika mereka masih hidup. Orang-orang yang berilmu senantiasa ada sepanjang masa sampai hari kiamat.”
Sampai pun orang-orang berilmu itu telah meninggal, mereka tetap dipuji, ilmunya terus dibaca, pahalanya terus mengalir, karena ini adalah sebaik-baik sedekah. Wallahu A'lam
Baca juga: Keutamaan Menuntut Ilmu di Atas Ibadah Lain
Alasan yang lain kenapa menuntut ilmu lebih utama daripada amalan-amalan sunnah, yaitu karena faedah/buah ilmu tetap ada meskipun orangnya telah mati. Kita tahu kitab-kitab para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang lebih dari 100 tahun mereka meninggal dunia, tapi Alhamdulillah kita masih bisa membaca dan mengambil faedah dari kitab-kitab mereka dan terus kita doakan mereka, semoga Allah merahmatinya.
Ini menunjukkan bahwa faedah dan buah ilmu menetap meskipun pemiliknya telah telah wafat. Sedangkan ibadah terputus setelah orangnya meninggal dunia.
Ali bin Abi Thalib juga pernah berkata:
مات خزان الأموال وهم أحياء،والعلماء باقون ما بقي الدهر
“Orang-orang yang punya harta (tapi tidak bertakwa) telah mati di hadapan manusia ketika mereka masih hidup. Orang-orang yang berilmu senantiasa ada sepanjang masa sampai hari kiamat.”
Sampai pun orang-orang berilmu itu telah meninggal, mereka tetap dipuji, ilmunya terus dibaca, pahalanya terus mengalir, karena ini adalah sebaik-baik sedekah. Wallahu A'lam
Baca juga: Keutamaan Menuntut Ilmu di Atas Ibadah Lain
(wid)
Lihat Juga :