Menjaga Wudu Demi Kematian Husnul Khatimah, Begini Penjelasannya
Senin, 27 Oktober 2025 - 15:28 WIB
Tiada kebahagiaan kecuali hidup dalam sunnah Nabi muhammad. Di antaranya "Almutathohhiriin" kecintaan Allah kepada hambaNya yang selalu menjaga kesucian dirinya, di antara selalu berwudu.
Allah Ta'ala berfirman : "Pada hari (kiamat) yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu. Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya" ( QS Ali Imron : 106-107 ).
''Jika seorang hamba menjaga salatnya, menyempurnakan wudunya, rukunya, sujudnya, dan bacaannya, maka salat akan berkata kepadanya, 'Semoga Allah Ta'ala menjagamu sebagaimana kamu menjagaku', dia naik dengannya ke langit dan memiliki cahaya hingga sampai kepada Allah Ta'ala dan salat memberi syafaat kepadanya.'' Dan berita gembira dari Rasulullah, "Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi dan kedua tangan dan kaki mereka bercahaya, karena bekas wudhu" (HR Bukhari).
Kemudian ajakan Rasulullah, “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudu terlebih dahulu sebagaimana wudumu untuk melakukan salat” (HR. Bukahri dan Muslim).
Dalam hadis lain, “Barangsiapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hambaMu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci" (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar ra.).
Setiap muslim juga harus senantiasa menjaga wudu untuk menjaga izzah keislamannya, Rasulullah SAW bersabda, “Istiqamahlah kalian, walaupun kalian tidak akan mampu melakukannya secara hakiki (namun berusahalah mendekatinya), dan ketahuilah sebaik- baik amalan kalian adalah salat, dan tidaklah ada yang menjaga wudu kecuali dia seorang mukmin.” (HR. Al-Hakim dan Ibnu Hibban)
Subhanallah tentu wudhu akan menjadi "thiibannafsi" energi yang sangat kuat mendorong pengamalnya untuk taat kepada Allah dan RasulNya. Sebagai mukmin, kita harus senantiasa menjaga wudu tidak hanya untuk salat. Semoga Allah wafatkan kita dalam keadaan berwudu, husnul khotimah. Aamiin.
Baca juga: Apakah Ucapan Husnul Khatimah Digunakan untuk Orang yang Masih Hidup atau yang Sudah Meninggal?
Allah Ta'ala berfirman : "Pada hari (kiamat) yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu. Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya" ( QS Ali Imron : 106-107 ).
Keutamaan Wudu
Banyak keutamaan wudu yang dijelaskan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Antara lain sebagaimana diriwayatkan Thabrani dari Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihiwa sallam bersabda,''Jika seorang hamba menjaga salatnya, menyempurnakan wudunya, rukunya, sujudnya, dan bacaannya, maka salat akan berkata kepadanya, 'Semoga Allah Ta'ala menjagamu sebagaimana kamu menjagaku', dia naik dengannya ke langit dan memiliki cahaya hingga sampai kepada Allah Ta'ala dan salat memberi syafaat kepadanya.'' Dan berita gembira dari Rasulullah, "Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi dan kedua tangan dan kaki mereka bercahaya, karena bekas wudhu" (HR Bukhari).
Kemudian ajakan Rasulullah, “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudu terlebih dahulu sebagaimana wudumu untuk melakukan salat” (HR. Bukahri dan Muslim).
Dalam hadis lain, “Barangsiapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hambaMu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci" (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar ra.).
Setiap muslim juga harus senantiasa menjaga wudu untuk menjaga izzah keislamannya, Rasulullah SAW bersabda, “Istiqamahlah kalian, walaupun kalian tidak akan mampu melakukannya secara hakiki (namun berusahalah mendekatinya), dan ketahuilah sebaik- baik amalan kalian adalah salat, dan tidaklah ada yang menjaga wudu kecuali dia seorang mukmin.” (HR. Al-Hakim dan Ibnu Hibban)
Subhanallah tentu wudhu akan menjadi "thiibannafsi" energi yang sangat kuat mendorong pengamalnya untuk taat kepada Allah dan RasulNya. Sebagai mukmin, kita harus senantiasa menjaga wudu tidak hanya untuk salat. Semoga Allah wafatkan kita dalam keadaan berwudu, husnul khotimah. Aamiin.
Baca juga: Apakah Ucapan Husnul Khatimah Digunakan untuk Orang yang Masih Hidup atau yang Sudah Meninggal?
(wid)
Lihat Juga :