Kisah Sahabat Nabi SAW yang Wajahnya Menyerupai Malaikat Jibril

Rabu, 07 Januari 2026 - 20:31 WIB
Ketika menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam, Malaikat Jibril datang dalam wujud menyerupai salah seorang sahabat Nabi yang dikenal berwajah rupawan, yakni Dihyah Al-Kalbi radhiyallahu anhu. Foto ilustrasi/ist
Dalam menjalankan tugasnya, Malaikat Jibril Alaihissalam terkadang berubah wujud menjadi manusia sebagaimana kehendak Allah SWT. Ketika menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam, Malaikat Jibril datang dalam wujud menyerupai salah seorang sahabat Nabi yang dikenal berwajah rupawan.

Sahabat Nabi ini adalah Dihyah Al-Kalbi radhiyallahu 'anhu. Keutamaan Dihyah dari sahabat lainnya adalah wajah yang tampan rupawan. Karena wajahnya yang tampan ini, beliau mendapatkan tugas dari Rasulullah sebagai salah satu delegasi Islam untuk mengirim surat kepada para raja, kisra, dan kaisar.

Dihyah pernah mendapat tugas dari Nabi Muhammad SAW pada tahun keenam Hijriyah untuk menyampaikan surat kepada Hiraklius, kaisar Romawi. Dihyah Al-Kalbi adalah seorang sahabat yang mempunyai wajah, jenggot, perawakan dan usia yang menyerupai Malaikat Jibril saat berwujud sebagai manusia.

Dikisahkan, usai perang Khandaq, Nabi Muhammad SAW an para sahabat beristirahat. Datanglah Malaikat Jibril dalam wujud manusia menemui Rasulullah dan berkata: "Apakah engkau telah meletakkan senjata? Jangan demikian! Para Malaikat sama sekali belum meletakkan senjata! Keluarlah engkau menuju Bani Quraizhah, dan perangilah mereka!"

Ketika Nabi melewati Bani Ghanm, beliau bertanya tentang siapa yang baru saja lewat. Merekapun berkata, "Telah melewati kami, Dihyah bin Kalbi!"

Baca juga: 6 Tugas Malaikat Jibril, Kaum Muslim Wajib Tahu!

Dalam riwayat lain disebutkan, saat itu Nabi sedang bersama istri Beliau Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, Malaikat Jibril datang kepada Nabi dalam wujud manusia. Setelah Malaikat Jibril berlalu, Nabi bertanya kepada istrinya itu siapa tamu yang baru datang. Ummu Salamah menjawab: "Dia adalah komandan tentara, Dihyah".

Nabi Muhammad SAW tersenyum dan menjelaskan bahwa tamu itu adalah Malaikat Jibril. Inilah kesaksian tentang kesamaan Dihyah Al-Kalbi dengan penjelmaan Malaikat Jibril sebagai manusia.

Ketika Dihyah diutus Nabi menemui Kaisar Romawi, Hiraklius dengan membawa surat Nabi berisi ajakan untuk masuk Islam. Surat yang dibacakan di dalam istana itu juga dihadiri Abu Sufyan dan teman-temannya yang sedang berdagang di Syam.

Hiraklius memanggil Uskup Kota Liya di Syam, Ibnu Nathur, yang biasanya menjadi rujukan dalam soal keagamaan. Dihyah hadir dalam pertemuan itu. Ibnu Nathur ini di samping sebagai uskup, juga sahabat Hiraklius.

Setelah mendengar penjelasan Hiraklius dan Dihyah, Ibnu Nathur membacakan beberapa ayat-ayat Injil, dan akhirnya membenarkan kerasulan Nabi Muhammad lalu memeluk Islam. Tetapi Hiraklius sendiri tidak mau mengikuti sikap uskup ini walau sebenarnya iai tidak mengingkari kebenaran itu.

Tidak ada sebenarnya yang menghalanginya memeluk Islam kecuali takut kehilangan kekuasaannya. Bahkan beberapa panglima perangnya sudah mengancam tidak akan mengakui kedudukannya jika ia memenuhi seruan Nabi.

Dihyah Al-Kalbi sering menemui sang uskup untuk mengajarkan Islam. Pada hari Ahadnya, sang uskup tidak hadir untuk memberikan ceramah dan nasihat seperti biasanya, padahal orang-orang Romawi yang menjadi jamaahnya telah berkumpul. Begitupun berulang pada beberapa hari berikutnya. Sehingga akhirnya orang-orang Romawi mengancam untuk membunuhnya jika tidak keluar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!