Mengapa Isra Mikraj Terjadi di Malam Hari? Begini Penjelasan Al Quran
Rabu, 14 Januari 2026 - 09:57 WIB
Allah meng-isra'-kan hamba-Nya di malam hari, karena waktu itulah yang paling utama bagi para hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dan waktu paling baik untuk beribadah kepada-Nya.
Perkataan 'Abdihi (hamba-Nya) dalam ayat ini maksudnya ialah Nabi Muhammad yang terpilih sebagai Nabi terakhir. Beliau mendapat perintah untuk melakukan perjalanan malam, sebagai penghormatan kepadanya.
Dalam ayat ini tidak diterangkan waktunya secara pasti, baik waktu keberangkatan maupun kepulangan Beliau kembali ke tempat tinggalnya di Makkah. Hanya saja yang diterangkan bahwa Isra' Nabi dimulai dari Masjidil Haram, yaitu masjid yang terkenal karena Kabah (Baitullah) terletak di dalamnya, menuju Masjidil Aqsa yang berada di Baitul Makdis. Masjid itu disebut Masjidil Aqsa yang berarti "terjauh", karena letaknya jauh dari Kota Mekah yaitu di Palestina.
Allah menyebutkan alasan mengapa Nabi Muhammad diperjalankan pada malam hari, yaitu untuk memperlihatkan kepada Nabi tanda-tanda kebesaran-Nya. Tanda-tanda itu disaksikan oleh Nabi dalam perjalanannya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, berupa pengalaman-pengalaman berharga.
Betapa luasnya jagat raya dan agungnya Allah Maha Pencipta. Pengalaman baru yang disaksikan Nabi Muhammad berguna untuk memantapkan hati beliau menghadapi berbagai macam rintangan dari kaumnya.
Dalam ayat ini Allah hanya menyebutkan peristiwa Isra saja. Sedangkan peristiwa Mikraj yaitu naiknya Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha (Mustawa) tidak diisyaratkan oleh ayat ini, tetapi diisyaratkan dalam Surah an-Najm.
Hampir seluruh ahli tafsir berpendapat bahwa peristiwa Isra terjadi setelah Nabi Muhammad diutus menjadi Rasul. Peristiwanya terjadi satu tahun sebelum Hijrah. Demikian menurut Imam az-Zuhri, Ibnu Sa'ad, dan lain-lainnya. Imam Nawawi pun memastikan demikian.
Bahkan menurut Ibnu Hazm, peristiwa Isra itu terjadi di bulan Rajab Tahun ke-12 setelah pengangkatan Beliau menjadi Nabi. Sedangkan Al-Hafizh 'Abdul Gani al-Maqdisi memilih pendapat mengatakan bahwa Isra' dan Mi'raj tersebut terjadi pada 27 Rajab, dengan alasan pada waktu itulah masyarakat melaksanakannya. Wallahu A'lam
Baca juga: Tanda Akhir Zaman Kian Nyata, Banyak Manusia Mudah Menyalahkan Orang Lain
Perkataan 'Abdihi (hamba-Nya) dalam ayat ini maksudnya ialah Nabi Muhammad yang terpilih sebagai Nabi terakhir. Beliau mendapat perintah untuk melakukan perjalanan malam, sebagai penghormatan kepadanya.
Dalam ayat ini tidak diterangkan waktunya secara pasti, baik waktu keberangkatan maupun kepulangan Beliau kembali ke tempat tinggalnya di Makkah. Hanya saja yang diterangkan bahwa Isra' Nabi dimulai dari Masjidil Haram, yaitu masjid yang terkenal karena Kabah (Baitullah) terletak di dalamnya, menuju Masjidil Aqsa yang berada di Baitul Makdis. Masjid itu disebut Masjidil Aqsa yang berarti "terjauh", karena letaknya jauh dari Kota Mekah yaitu di Palestina.
Allah menyebutkan alasan mengapa Nabi Muhammad diperjalankan pada malam hari, yaitu untuk memperlihatkan kepada Nabi tanda-tanda kebesaran-Nya. Tanda-tanda itu disaksikan oleh Nabi dalam perjalanannya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, berupa pengalaman-pengalaman berharga.
Betapa luasnya jagat raya dan agungnya Allah Maha Pencipta. Pengalaman baru yang disaksikan Nabi Muhammad berguna untuk memantapkan hati beliau menghadapi berbagai macam rintangan dari kaumnya.
Dalam ayat ini Allah hanya menyebutkan peristiwa Isra saja. Sedangkan peristiwa Mikraj yaitu naiknya Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha (Mustawa) tidak diisyaratkan oleh ayat ini, tetapi diisyaratkan dalam Surah an-Najm.
Hampir seluruh ahli tafsir berpendapat bahwa peristiwa Isra terjadi setelah Nabi Muhammad diutus menjadi Rasul. Peristiwanya terjadi satu tahun sebelum Hijrah. Demikian menurut Imam az-Zuhri, Ibnu Sa'ad, dan lain-lainnya. Imam Nawawi pun memastikan demikian.
Bahkan menurut Ibnu Hazm, peristiwa Isra itu terjadi di bulan Rajab Tahun ke-12 setelah pengangkatan Beliau menjadi Nabi. Sedangkan Al-Hafizh 'Abdul Gani al-Maqdisi memilih pendapat mengatakan bahwa Isra' dan Mi'raj tersebut terjadi pada 27 Rajab, dengan alasan pada waktu itulah masyarakat melaksanakannya. Wallahu A'lam
Baca juga: Tanda Akhir Zaman Kian Nyata, Banyak Manusia Mudah Menyalahkan Orang Lain
(wid)
Lihat Juga :