15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Jum'at, 16 Januari 2026 - 11:09 WIB
4. Keistimewaan Masjid Al-Aqsha
Dijadikannya Masjidil Aqsha sebagai salah satu spot peristiwa Isra dan Mikraj tentu bukan tanpa alasan. Di dalamnya terkandung hikmah besar yaitu sebagai peringatan bagi umat agar senantiasa menjaga dan tidak melupakan kiblat pertama mereka.Karena ternyata Tanah Suci yang satu ini sepanjang sejarahnya, tidak pernah lepas dari segala upaya musuh-musuh Islam untuk menjajah, menjarah dan menodai kesuciannya.
5. Kabar Surga dan Neraka
Rasulullah ﷺ sepulang dari Mikraj membawa oleh-oleh di antaranya kabar tentang keadaan surga dan neraka sekaligus para penghuninya. Hal ini menjadi peringatan sekaligus motivasi bagi manusia untuk bersungguh-sungguh mengejar kebaikan dan keselamatan di negeri Akhirat.6. Ujian Keimanan Manusia
Isra dan Mikraj dulu hingga hari ini mengundang perdebatan banyak pihak. Dari sekian pihak yang memperdebatkannya, selalu ada yang disusupi keragu-raguan atas mujizat besar Nabi ﷺ yang satu ini. Karena menurutnya peristiwa yang terjadi di dalamnya tidak logis dan susah untuk diterima oleh akal.Padahal sedari awal kita telah disadarkan Isra Mikraj itu babnya adalah mukjizat dan area keimanan, bukan untuk ditimbang dengan akal. Tentu Islam adalah agama yang tidak bertentangan dengan akal. Kita tidak asing dari berbagai ayat dalam Al-Qur'an yang memerintahkan agar manusia mempergunakan akal dan pikirannya.
Tapi masalah keimanan tidak semuanya bisa dijangkau dengan akal. Lagian, apa yang tidak masuk akal jika Allah yang maha kuasa sudah berkehendak atas sesuatu ? Tidak ada yang mustahil, kecuali kita ragu dengan kemaha kuasaan-Nya yang tidak terbatas.
7. Keutamaan Nabi Muhammad ﷺ
Dalam peristiwa Isra Mikraj, Allah Ta'ala memuliakan kedudukan Nabi Muhammad ﷺ. Beliau dipilih mengimami salat bersama para utusan Allah lainnya. Begitu juga beliau ﷺ dipertemukan oleh Allah dengan para Nabi di beberapa tempat di langit yang kesemuanya menyambut dan bergembira dengan kedatangan sang penutup para Nabi sholallahu 'alaihi wasallam.8. Status Penghambaan kepada Allah
Dalam ayat tentang Isra Mikraj Nabi Muhammad ﷺ disebut dengan hamba. Sebuah kata yang sebenarnya dekat dengan kerendahan dan kehinaan, tapi Allah angkat sedemikian rupa menjadi status yang melekat kepada makhluknya yang paling mulia, Al-Musthafa Muhammad ﷺ.سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا
Artinya: "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha..." (QS. Al-Isra ayat 1)
Lihat Juga :