Mengapa Orang Jawa Menyebut Bulan Syaban dengan Kata Ruwah?
Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:41 WIB
“Katakanlah (Muhammad): “Roh itu termasuk urusan Tuhanku.””
Implementasi roh dalam pemaknaan ini oleh Al-Ghazali dipahami dengan adanya aktivitas tazkiyah al-nafs atau pembersihan hati, seperti telah disebutkan dalam rangkaian surah Asysyams [91] ayat 7-10,
“Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya, maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”
Sebagai catatan, Al-Ghazali menjelaskan bahwa kata roh dan nafs dalam ketiga ayat di atas merupakan muradif atau sinonim. Menariknya, aktivitas tazkiyah al-nafs yang diisyaratkan surah Asysyams di atas merupakan aktifitas yang menurut Allah sangat penting.
Buktinya, dalam rangkaiannya, ia diperkuat dengan tujuh sumpah yang dikaitkan dengan seluruh entitas bumi dan langit beserta seluruh elemen di dalamnya, yakni ayat 1-7.
Lebih jauh, tazkiyah al-nafs sebagai implementasi pemaknaan roh ini oleh Al-Ghazali secara khusus ditekankan dalam aplikasi husn al-khuluq atau etika yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW bersabda,
“Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang mulia.”
Tazkiyah al-nafs dan husn al-khuluq adalah dua aktivitas berbeda yang harus berjalan beriringan. Ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Tazkiyah al-nafs adalah membersihkan hati dari segala etika buruk. Sedangkan husn al-khuluq adalah menghias hati dengan etika yang baik. Dalam bahasa lain, dua aktivitas ini disebut dengan takhalliy dan tahalliy.
Baca juga: 10 Nama Indah Malam Nisfu Syaban, Simak Penjelasannya di Sini!
Implementasi roh dalam pemaknaan ini oleh Al-Ghazali dipahami dengan adanya aktivitas tazkiyah al-nafs atau pembersihan hati, seperti telah disebutkan dalam rangkaian surah Asysyams [91] ayat 7-10,
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا. فَأَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوَاهَا. قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا. وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
“Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya, maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”
Sebagai catatan, Al-Ghazali menjelaskan bahwa kata roh dan nafs dalam ketiga ayat di atas merupakan muradif atau sinonim. Menariknya, aktivitas tazkiyah al-nafs yang diisyaratkan surah Asysyams di atas merupakan aktifitas yang menurut Allah sangat penting.
Buktinya, dalam rangkaiannya, ia diperkuat dengan tujuh sumpah yang dikaitkan dengan seluruh entitas bumi dan langit beserta seluruh elemen di dalamnya, yakni ayat 1-7.
Lebih jauh, tazkiyah al-nafs sebagai implementasi pemaknaan roh ini oleh Al-Ghazali secara khusus ditekankan dalam aplikasi husn al-khuluq atau etika yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW bersabda,
بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
“Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang mulia.”
Tazkiyah al-nafs dan husn al-khuluq adalah dua aktivitas berbeda yang harus berjalan beriringan. Ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Tazkiyah al-nafs adalah membersihkan hati dari segala etika buruk. Sedangkan husn al-khuluq adalah menghias hati dengan etika yang baik. Dalam bahasa lain, dua aktivitas ini disebut dengan takhalliy dan tahalliy.
Baca juga: 10 Nama Indah Malam Nisfu Syaban, Simak Penjelasannya di Sini!
(wid)
Lihat Juga :