Kapan Malam Lailatul Qadar Ramadan 2026? Kaum Muslim Wajib Tahu!
Sabtu, 07 Maret 2026 - 05:15 WIB
Kemudian pendapat yang mengatakan Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-23 bulan Ramadan. Pendapat ini didukung oleh Imam Syafi’i. Dalam satu hadis dijelaskan, salah seorang sahabat Nabi yang bernama Abdullah bin Unais bertanya perihal malam Lailatul Qadar:
Artinya: Wahai Rasulullah, kapankah kami bisa memperoleh malam penuh berkah ini? Rasulullah menjawab:
Artinya: Carilah pada malam ini (malam 2 Ramaan). K
Kemudian pendapat yang mengatakan terjadi pada malam ke-27 bulan Ramadan. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama. Landasan argumennya berdasarkan atsar Ubay bin Ka’ab berikut:
Artinya: Dari Ubay bin Ka’ab, “Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadar) tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang Rasulullah saw memerintahkan kami untuk menegakkan salat padanya, yaitu malam ke-27 (HR Muslim).
Sementara pendapat yang menyatakan waktunya tidak dapat dipastikan, dalam artian berbeda setiap tahunnya, namun masih dalam sepuluh hari terakhir Ramadan, berdasarkan banyak riwayat. Di mana setiap riwayatnya ada yang mengatakan tanggal 21, 23, 27, dan 29. Salah satunya hadits berikut ini:
Artinya: Lailatul Qadar berada di bulan Ramadan pada sepuluh hari terakhirnya, yaitu malam kedua puluh satu, atau kedua puluh tiga, atau kedua puluh lima, atau kedua puluh tujuh, atau kedua puluh sembilan, atau di akhir malam Ramadan. Barangsiapa shalat malam karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lampau dan dosa yang kemudian (HR Imam Ahmad).
Baca juga: Mentadaburi Al Quran Lebih Utama dari Berdoa, Begini Penjelasannya
Karena itu, menjadi sangat panjang bila berbagai pendapat tentang kapan terjadinya malam Lailatul Qadar itu dipaparkan satu persatu dalilnya. Namun kita dapat mengambil hikmahnya, yaitu masih menurut Ibnu Hajar, dalam Fathul Bari-nya, ia menjelaskan, bahwa hikmah dirahasiakannya malam Lailatul Qadar adalah supaya umat Islam bersungguh-sungguh dalam berusaha memperolehnya dengan kesungguhan ibadah. Berbeda jika ditentukan pada tanggal sekian, khawatir kesungguhan ibadahnya hanya malam itu saja (Fathul Bari, juz 5, hal 155).
يَا رَسُولَ اللَّهِ مَتَى نَلْتَمِسُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ الْمُبَارَكَةَ
Artinya: Wahai Rasulullah, kapankah kami bisa memperoleh malam penuh berkah ini? Rasulullah menjawab:
(الْتَمِسُوهَا هَذِهِ اللَّيْلَةَ) وَقَالَ وَذَلِكَ مَسَاءَ لَيْلَةِ ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ
Artinya: Carilah pada malam ini (malam 2 Ramaan). K
Kemudian pendapat yang mengatakan terjadi pada malam ke-27 bulan Ramadan. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama. Landasan argumennya berdasarkan atsar Ubay bin Ka’ab berikut:
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ: (وَاللَّهِ إِنِّي لأَعْلَمُهَا وَأَكْثَرُ عِلْمِي هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقِيَامِهَا، هِيَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ
Artinya: Dari Ubay bin Ka’ab, “Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadar) tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang Rasulullah saw memerintahkan kami untuk menegakkan salat padanya, yaitu malam ke-27 (HR Muslim).
Sementara pendapat yang menyatakan waktunya tidak dapat dipastikan, dalam artian berbeda setiap tahunnya, namun masih dalam sepuluh hari terakhir Ramadan, berdasarkan banyak riwayat. Di mana setiap riwayatnya ada yang mengatakan tanggal 21, 23, 27, dan 29. Salah satunya hadits berikut ini:
هي في شهر رمضان في العشر الأواخر, ليلة إحدي وعشرين, أو ثلاث وعشرين, أو خمس وعشرين, أو سبع وعشرين, أو تسع وعشرين, أو آخر ليلة من رمضان, من قامها إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر
Artinya: Lailatul Qadar berada di bulan Ramadan pada sepuluh hari terakhirnya, yaitu malam kedua puluh satu, atau kedua puluh tiga, atau kedua puluh lima, atau kedua puluh tujuh, atau kedua puluh sembilan, atau di akhir malam Ramadan. Barangsiapa shalat malam karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lampau dan dosa yang kemudian (HR Imam Ahmad).
Baca juga: Mentadaburi Al Quran Lebih Utama dari Berdoa, Begini Penjelasannya
Karena itu, menjadi sangat panjang bila berbagai pendapat tentang kapan terjadinya malam Lailatul Qadar itu dipaparkan satu persatu dalilnya. Namun kita dapat mengambil hikmahnya, yaitu masih menurut Ibnu Hajar, dalam Fathul Bari-nya, ia menjelaskan, bahwa hikmah dirahasiakannya malam Lailatul Qadar adalah supaya umat Islam bersungguh-sungguh dalam berusaha memperolehnya dengan kesungguhan ibadah. Berbeda jika ditentukan pada tanggal sekian, khawatir kesungguhan ibadahnya hanya malam itu saja (Fathul Bari, juz 5, hal 155).
10 Hari Terakhir Ramadan
Berdasarkan uraian di atas, mengenai waktu datang Lailatul Qadar pada tahun 2025 ini, sebaiknya pada sepuluh hari terakhir Ramadan ini tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah pada setiap malamnya. Diantaranya dengan salat malam, memperbanyak membaca Al-Quran, berzikir dan berdoa. Semoga pada salah satu malamnya, kita dipertemukan dengan Lailatul Qadar dan mendapatkan rahmat-Nya.Lihat Juga :