Mengisi Idulfitri dengan Wisata, Begini Pandangan Al Quran
Minggu, 29 Maret 2026 - 05:15 WIB
Wisata dalam konsep Islam harus meningkatkan keimanan dengan menafakuri kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala. Bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW menegaskan:
“Sesunguhnya wisatanya umatku adalah berjihad di jalan Allah.” (HR. Abu Daud).
Dalam pemahaman Islam, wisata juga dikaitkan dengan ilmu dan pengetahuan. Pada masa permulaan Islam, telah ada perjalanan sangat agung dengan tujuan mencari ilmu dan menyebarkannya.
Al-Khatib Al-Bagdady menulis kitab Ar-Rihlah Fi Tolabil Hadits berisi kisah orang yang melakukan perjalanan hanya untuk mendapatkan dan mencari satu hadits.
Di antara maksud wisata dalam Islam adalah mengambil pelajaran dan peringatan. Dalam Al-Qur’an terdapat perintah untuk berjalan di muka bumi di beberapa tempat,
“Katakanlah: 'Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu." (QS. Al-An’am: 11)
Dalam ayat lain, “Katakanlah: 'Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa.” (QS. An-Naml: 69)
Al-Qasimi rahimahullah berkata; ”Mereka berjalan dan pergi ke beberapa tempat untuk melihat berbagai peninggalan sebagai nasihat, pelajaran dan manfaat lainnya." (Mahasinu At-Ta’wil, 16/225)
Di antara maksud mulia dari wisata dalam Islam adalah berdakwah. Itulah tugas para Rasul dan para nabi dan orang-orang setelah mereka dari kalangan para shahabat.
“Sesunguhnya wisatanya umatku adalah berjihad di jalan Allah.” (HR. Abu Daud).
Dalam pemahaman Islam, wisata juga dikaitkan dengan ilmu dan pengetahuan. Pada masa permulaan Islam, telah ada perjalanan sangat agung dengan tujuan mencari ilmu dan menyebarkannya.
Al-Khatib Al-Bagdady menulis kitab Ar-Rihlah Fi Tolabil Hadits berisi kisah orang yang melakukan perjalanan hanya untuk mendapatkan dan mencari satu hadits.
Di antara maksud wisata dalam Islam adalah mengambil pelajaran dan peringatan. Dalam Al-Qur’an terdapat perintah untuk berjalan di muka bumi di beberapa tempat,
قُلۡ سِيۡرُوۡا فِى الۡاَرۡضِ ثُمَّ انْظُرُوۡا كَيۡفَ كَانَ عَاقِبَةُ الۡمُكَذِّبِيۡنَ
“Katakanlah: 'Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu." (QS. Al-An’am: 11)
Dalam ayat lain, “Katakanlah: 'Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa.” (QS. An-Naml: 69)
Al-Qasimi rahimahullah berkata; ”Mereka berjalan dan pergi ke beberapa tempat untuk melihat berbagai peninggalan sebagai nasihat, pelajaran dan manfaat lainnya." (Mahasinu At-Ta’wil, 16/225)
Di antara maksud mulia dari wisata dalam Islam adalah berdakwah. Itulah tugas para Rasul dan para nabi dan orang-orang setelah mereka dari kalangan para shahabat.
Lihat Juga :