Sahabat Nabi Tidak Bermazhab, Benarkah?
Jum'at, 18 September 2020 - 22:57 WIB
Sahabat Nabi Bermazhab!
Nah, benarkan sahabat Nabi tidak bermadzhab ? Untuk diketahui sahabat Nabi hidup bersama Nabi صلى الله عليه وسلم sebagai sumber syariah dan mereka berdialog langsung beliau. Lalu dimana kegunaan mazhab jika sumber itu sendiri sudah jelas depan mata? Zaman sahabat , mereka semua tinggal bertanya langsung kepada sumbernya.
Akan tetapi, coba lihat bagaimana keadaan para sahabat setelah Nabi صلى الله عليه وسلم wafat, apakah semua mereka jadi ulama dan mujtahid? Tidak! Di antara mereka ada orang awamnya juga yang kemudian mereka itu bertanya tentang masalah-masalah agama yang bagi mereka masih membingungkan kepada tokoh-tokoh sahabat yang memang dikenal sebagai orang 'Alim yang mengerti tentang wahyu dan maksud sabda Nabi.
Ketika tokoh-tokoh sahabat seperti 4 Khulafa al-Rasyidin, Ibn Mas'ud, Ibn 'Abbas, Abdullah bin Zaid, Zaid bin Tsabit dan lainnyaitu ditanya tentang suatu masalah oleh sahabat Awam, mereka langsung menjawab pertanyaan itu. Mereka tidak menolak pertanyaan itu dengan mengatakan: "Anda kan sahabat Nabi , hidup bersama dan mendengarkan wahyu, kalau begitu ijtihad saja sendiri!". Ternyata tidak ada jawaban seperti itu.
Itu artinya memang sahabat awam pun beragama dan beribadah melalui pemahaman tokoh-tokoh sahabat Alim tersebut. Dengan kata lain, tokoh-tokoh itulah jalan (mazhab) para awam. Dan apa yang dilakukan oleh sahabat awam tersebut, sama seperti yang kita lakukan saat ini ketika beribadah dengan jalan (mazhab) ulama-ulama dan imam-imam mazhab mulia tersebut.
Karena memang mereka mengambil jalan beribadah itu melalui para tokoh-tokoh sahabat itu. Sudah barang tentu perbedaan menjadi sesuatu yang niscaya terjadi. Dan itu yang kita saksikan, bahwa di kalangan sahabatpun ada perbedaan.Tapi hebatnya, perbedaan itu tidak membuat sahabat satu sama lain saling menuding dan menunjuk hidung sahabat lain bahwa kesalahan ada pada tertunjuk. Tidak! semua aman dan mesra. Dan itu juga yang akhirnya diwariskan kepada ulama-ulama mazhab yang ada. Sehingga tidak pernah kita saksikan ada permusuhan antara ulama mazhab walaupun ada perbedaan di antara mereka. (Baca Juga: Inilah Peran Imam Madzhab dalam Menjelaskan Isi Alqur'an )
Wallahu Ta'ala A'lam
Nah, benarkan sahabat Nabi tidak bermadzhab ? Untuk diketahui sahabat Nabi hidup bersama Nabi صلى الله عليه وسلم sebagai sumber syariah dan mereka berdialog langsung beliau. Lalu dimana kegunaan mazhab jika sumber itu sendiri sudah jelas depan mata? Zaman sahabat , mereka semua tinggal bertanya langsung kepada sumbernya.
Akan tetapi, coba lihat bagaimana keadaan para sahabat setelah Nabi صلى الله عليه وسلم wafat, apakah semua mereka jadi ulama dan mujtahid? Tidak! Di antara mereka ada orang awamnya juga yang kemudian mereka itu bertanya tentang masalah-masalah agama yang bagi mereka masih membingungkan kepada tokoh-tokoh sahabat yang memang dikenal sebagai orang 'Alim yang mengerti tentang wahyu dan maksud sabda Nabi.
Ketika tokoh-tokoh sahabat seperti 4 Khulafa al-Rasyidin, Ibn Mas'ud, Ibn 'Abbas, Abdullah bin Zaid, Zaid bin Tsabit dan lainnyaitu ditanya tentang suatu masalah oleh sahabat Awam, mereka langsung menjawab pertanyaan itu. Mereka tidak menolak pertanyaan itu dengan mengatakan: "Anda kan sahabat Nabi , hidup bersama dan mendengarkan wahyu, kalau begitu ijtihad saja sendiri!". Ternyata tidak ada jawaban seperti itu.
Itu artinya memang sahabat awam pun beragama dan beribadah melalui pemahaman tokoh-tokoh sahabat Alim tersebut. Dengan kata lain, tokoh-tokoh itulah jalan (mazhab) para awam. Dan apa yang dilakukan oleh sahabat awam tersebut, sama seperti yang kita lakukan saat ini ketika beribadah dengan jalan (mazhab) ulama-ulama dan imam-imam mazhab mulia tersebut.
Karena memang mereka mengambil jalan beribadah itu melalui para tokoh-tokoh sahabat itu. Sudah barang tentu perbedaan menjadi sesuatu yang niscaya terjadi. Dan itu yang kita saksikan, bahwa di kalangan sahabatpun ada perbedaan.Tapi hebatnya, perbedaan itu tidak membuat sahabat satu sama lain saling menuding dan menunjuk hidung sahabat lain bahwa kesalahan ada pada tertunjuk. Tidak! semua aman dan mesra. Dan itu juga yang akhirnya diwariskan kepada ulama-ulama mazhab yang ada. Sehingga tidak pernah kita saksikan ada permusuhan antara ulama mazhab walaupun ada perbedaan di antara mereka. (Baca Juga: Inilah Peran Imam Madzhab dalam Menjelaskan Isi Alqur'an )
Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
Lihat Juga :