Kisah-kisah dalam Al Quran : 12 Kaum yang Dibinasakan karena Dosa Mereka
Selasa, 14 April 2026 - 16:30 WIB
Dalam Al Quran, banyak sekali diceritakan kisah-kisah umat terdahulu yang telah dibinasakan oleh Allah karena mereka mengingkari utusan-Nya dan melakukan berbagai penyimpangan yang telah dilarang.. Foto ilustrasi/ist
Kisah-kisah dalam Al Quran tentang kaum yang dibinasakan Allah SWT ini menarik untuk disimak. Selain diambil ibrahnya juga sebagai pembelajaran penting bagi umat saat ini. Berikut ulasannya.
Allah Taala berfirman :
“Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 6)
Dalam tafsir Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di (pakar tafsir abad 14 H) menjelaskan tafsir ayat di atas : Kemudian Allah memerintah mereka mengambil pelajaran dari umat-umat terdahulu.
Dia berfirman, “Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka,” maksudnya, berapa banyak Kami membinasakan umat-umat yang mendustakan secara bergantian, dan sebelum mereka dibinasakan Kami telah memberi mereka kesempatan dengan “meneguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan” kepada mereka berupa harta, anak keturunan, dan kemakmuran. “Dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka.”
Baca juga: Mengapa Ada Golongan yang Dilaknat Allah SWT? Perbuatan Apa yang Dilakukan?
Dengan itu ia menumbuhkan untuk mereka apa yang dikehendaki oleh Allah berupa pohon-pohon dan buah-buahan yang mereka nikmati, dan mereka makan sesuai selera mereka, tetapi mereka tidak mensyukuri Allah atas nikmat-nikmatNya, mereka justru berpaling kepada hawa nafsu. Kenikmatan dengan berbagai macamnya telah melenakan mereka. Maka Rasul-rasul datang kepada mereka dengan (membawa) bukti-bukti kebenaran tetapi mereka tidak membenarkannya. Justru mereka menolak dan mendustakannya. Karena dosa-dosa mereka, maka Allah membinasakan mereka dan menumbuhkan generasi yang baru sesudah mereka. Ini adalah sunnatullah yang berlaku pada umat-umat terdahulu dan yang berikut, maka ambillah pelajaran dari orang-orang yang telah Allah ceritakan kepadamu.
Allah Taala berfirman :
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اَلَمْ يَرَوْا كَمْ اَهْلَـكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنْ قَرْنٍ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَ رْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَّـكُمْ وَاَ رْسَلْنَا السَّمَآءَ عَلَيْهِمْ مِّدْرَا رًا ۖ وَّجَعَلْنَا الْاَ نْهٰرَ تَجْرِ يْ مِنْ تَحْتِهِمْ فَاَ هْلَكْنٰهُمْ بِذُنُوْبِهِمْ وَاَ نْشَأْنَا مِنْۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا اٰخَرِ يْنَ
اَلَمْ يَرَوْا كَمْ اَهْلَـكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنْ قَرْنٍ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَ رْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَّـكُمْ وَاَ رْسَلْنَا السَّمَآءَ عَلَيْهِمْ مِّدْرَا رًا ۖ وَّجَعَلْنَا الْاَ نْهٰرَ تَجْرِ يْ مِنْ تَحْتِهِمْ فَاَ هْلَكْنٰهُمْ بِذُنُوْبِهِمْ وَاَ نْشَأْنَا مِنْۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا اٰخَرِ يْنَ
“Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 6)
Dalam tafsir Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di (pakar tafsir abad 14 H) menjelaskan tafsir ayat di atas : Kemudian Allah memerintah mereka mengambil pelajaran dari umat-umat terdahulu.
Dia berfirman, “Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka,” maksudnya, berapa banyak Kami membinasakan umat-umat yang mendustakan secara bergantian, dan sebelum mereka dibinasakan Kami telah memberi mereka kesempatan dengan “meneguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan” kepada mereka berupa harta, anak keturunan, dan kemakmuran. “Dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka.”
Baca juga: Mengapa Ada Golongan yang Dilaknat Allah SWT? Perbuatan Apa yang Dilakukan?
Dengan itu ia menumbuhkan untuk mereka apa yang dikehendaki oleh Allah berupa pohon-pohon dan buah-buahan yang mereka nikmati, dan mereka makan sesuai selera mereka, tetapi mereka tidak mensyukuri Allah atas nikmat-nikmatNya, mereka justru berpaling kepada hawa nafsu. Kenikmatan dengan berbagai macamnya telah melenakan mereka. Maka Rasul-rasul datang kepada mereka dengan (membawa) bukti-bukti kebenaran tetapi mereka tidak membenarkannya. Justru mereka menolak dan mendustakannya. Karena dosa-dosa mereka, maka Allah membinasakan mereka dan menumbuhkan generasi yang baru sesudah mereka. Ini adalah sunnatullah yang berlaku pada umat-umat terdahulu dan yang berikut, maka ambillah pelajaran dari orang-orang yang telah Allah ceritakan kepadamu.
Kaum yang Dibinasakan
Dalam Al Quran, banyak sekali diceritakan kisah-kisah umat terdahulu yang telah dibinasakan oleh Allah karena mereka mengingkari utusan-Nya dan melakukan berbagai penyimpangan yang telah dilarang.Lihat Juga :