Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Jum'at, 19 Juni 2026 - 05:15 WIB
loading...
Peristiwa di 10 Muharram ini, diyakini sebagai hari Allah Taala menerima tobat Nabi Adam as setelah selama 300 tahun Nabi Adam berdoa dan memohon ampunan tanpa henti. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Kisah yang dialami para nabi terdahulu ini, umumnya terjadi pada 10 Muharram. Termasuk yang dialami Nabi Adam alaihissalam. Peristiwa di 10 Muharram ini, diyakini sebagai hari Allah Taala menerima tobat Nabi Adam as setelah selama 300 tahun Nabi Adam berdoa dan memohon ampunan tanpa henti.
Kisah ini diceritakan Sejarawan Mesir, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman”. Syaikh Muhammad mengutip Ibnu ‘Abbas ra mengatakan, setelah hari-hari ujian untuk Adam as telah berakhir dan dia telah bertobat, Allah menerima tobatnya. Sejumlah ulama berpendapat peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 10 Muharram .
Soal diterimanya tobat Nabi Adam ini disampaikan dalam firman Allah SWT:
Fatalaqqooa Aadamu mir Rabbihii Kalimaatin fataaba 'alayh; innahuu Huwat Tawwaabur Rahiim
"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang". ( QS Al-Baqarah : 37)
Sebagian ulama mengatakan, Adam diberi ilham oleh Allah untuk mengatakan: “Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” ( QS Al-A’raaf : 23).
Baca juga:Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Menurut sebuah riwayat, sebagaimana dikutip Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas menyebut Adam berkata, “Wahai Tuhanku, dengan hak Muhammad , ampunilah kesalahanku.”
Kisah ini diceritakan Sejarawan Mesir, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman”. Syaikh Muhammad mengutip Ibnu ‘Abbas ra mengatakan, setelah hari-hari ujian untuk Adam as telah berakhir dan dia telah bertobat, Allah menerima tobatnya. Sejumlah ulama berpendapat peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 10 Muharram .
Soal diterimanya tobat Nabi Adam ini disampaikan dalam firman Allah SWT:
فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنۡ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيۡهِؕ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيۡمُ
Fatalaqqooa Aadamu mir Rabbihii Kalimaatin fataaba 'alayh; innahuu Huwat Tawwaabur Rahiim
"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang". ( QS Al-Baqarah : 37)
Sebagian ulama mengatakan, Adam diberi ilham oleh Allah untuk mengatakan: “Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” ( QS Al-A’raaf : 23).
Baca juga:Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Menurut sebuah riwayat, sebagaimana dikutip Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas menyebut Adam berkata, “Wahai Tuhanku, dengan hak Muhammad , ampunilah kesalahanku.”
Lihat Juga :