Antara Zikir, Wirid dan Doa, Serupa atau Berbeda?
Rabu, 22 April 2026 - 11:53 WIB
Doa artinya meminta, sedangkan zikir artinya mengingat. Zikir dilakukan kapan saja dan bertujuan murni untuk mengingat Allah. Sedangkan wirid diartikan sebagai ritual mengucapkan kalimat Allah di waktu-waktu tertentu dengan tujuan tertentu. Foto ilustrasi
Amalan zikir, wirid dan doa sepintas seperti sama, tapi ternyata memiliki perbedaan satu sama lainnya. Apa dan bagaimana perbedaannya? Simak ulasannya berikut ini.
Ustaz Abdullah Zaen dalam salah satu kajiannya menjelaskan, bahwa secara bahasa, zikir berarti mengingat . Sedangkan doa berarti meminta. Namun, antara zikir dan doa terdapat kaitan yang amat erat. "Oleh karena itu terkadang zikir pun dinamakan doa. Begitu pula sebaliknya,"ungkap dai yang sering mengisi Majelis Kajian Sunnah ini.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Doa yang paling afdhal adalah Alhamdulillah”. (HR At-Tirmidzi dan dinilai shahih oleh Ibn Hibban)
Sebagaimana telah maklum bahwa hamdalah adalah zikir. Namun lihatlah bagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menamakannya sebagai doa, bahkan doa yang paling afdhal .
Baca juga: Keutamaan Zulkaidah : Memperbanyak Zikir di Bulan-bulan Haji
Para ulama menjelaskan bahwa doa itu ada dua macam. Pertama, doa yang berisi permintaan. Kedua: doa yang berisi pujian. Orang yang memuji Allah, sejatinya ia juga sedang berdoa meminta kepadaNya. Hanya saja dengan bahasa yang halus.
Antara doa dan zikir , mana yang lebih Afdhal? Kedua amalan tersebut, baik doa maupun zikir sama-sama amalan yang utama. Hanya saja para ulama menjelaskan bahwa zikir lebih utama dibandingkan doa. Di antara alasan mereka:
Ustaz Abdullah Zaen dalam salah satu kajiannya menjelaskan, bahwa secara bahasa, zikir berarti mengingat . Sedangkan doa berarti meminta. Namun, antara zikir dan doa terdapat kaitan yang amat erat. "Oleh karena itu terkadang zikir pun dinamakan doa. Begitu pula sebaliknya,"ungkap dai yang sering mengisi Majelis Kajian Sunnah ini.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Doa yang paling afdhal adalah Alhamdulillah”. (HR At-Tirmidzi dan dinilai shahih oleh Ibn Hibban)
Sebagaimana telah maklum bahwa hamdalah adalah zikir. Namun lihatlah bagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menamakannya sebagai doa, bahkan doa yang paling afdhal .
Baca juga: Keutamaan Zulkaidah : Memperbanyak Zikir di Bulan-bulan Haji
Para ulama menjelaskan bahwa doa itu ada dua macam. Pertama, doa yang berisi permintaan. Kedua: doa yang berisi pujian. Orang yang memuji Allah, sejatinya ia juga sedang berdoa meminta kepadaNya. Hanya saja dengan bahasa yang halus.
Antara doa dan zikir , mana yang lebih Afdhal? Kedua amalan tersebut, baik doa maupun zikir sama-sama amalan yang utama. Hanya saja para ulama menjelaskan bahwa zikir lebih utama dibandingkan doa. Di antara alasan mereka:
1. Zikir didahulukan sebelum doa
Lihatlah dalam berdoa seorang hamba disunnahkan untuk mengawalinya dengan pujian kepada Allah. Contohnya adalah dalam surat Al-Fatihah. Dari ayat pertama hingga kelima berisikan pujian , baru di ayat keenam terdapat doa.2. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَفْضَلُ الْكَلَامِ بَعْدَ الْقُرْآنِ – وَهُو مِنَ الْقُرْآنِ – أَرْبَعٌ لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ
Lihat Juga :