Anjuran Menghidupkan Amalan Zikir di Awal Bulan Zulhijjah
Selasa, 19 Mei 2026 - 14:41 WIB
loading...
Keutamaan berzikir (mengigat Allah) di bulan Dzulhijjah ini akan mendapatkan ganjaran kebaikan di dunia dan akhirat. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Umat Islam dianjurkan mengagungkan bulan Zulhijjah dengan memperbanyak amalan zikir , puasa, berkurban , dan salat Iduladha. Keutamaan bulan Zulhijjah disebutkan bahwa 10 hari pertamanya dijadikan salah satu media bersumpah oleh Allah Ta'ala yang diabadikan dalam Surah Al-Fajr.
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan demi malam-malam yang sepuluh". (QS Al-Fajr Ayat 2).
Menurut Habib Ahmad bin Novel Salim Jindan (pengasuh Ponpes Al-Hawthah Al-Jindaniyah), tidaklah Allah bersumpah terhadap sesuatu melainkan sesuatu itu adalah hal yang sangat penting dan sangat berharga.
Para ulama ahli tafsir mengatakan bahwa malam-malam yang sepuluh dalam ayat itu adalah 10 hari pertama Zulhijjah . Salah satu amalan yang dianjurkan pada 10 hari Zulhijjah adalah menghidupkan zikir . Orang-orang yang berzikir di kalangan umat Nabi Muhammad SAW memiliki kemuliaan di sisi Allah Ta'ala. Keutamaan berzikir (mengigat Allah) di bulan Dzulhijjah ini akan mendapatkan ganjaran kebaikan di dunia dan akhirat.
Baca juga: Zulhijjah Bulan Berkurban : Inilah Hukum Kurban Menurut 4 Mazhab
Habib Ahmad mengatakan, amalan zikir khusus pada 10 hari Zulhijjah adalah Tahlil dan Takbir. Tahlil adalah ucapan "Laa Ilaha Illallah" (tidak ada Tuhan selain Allah). Sedangkan Takbir ialah kalimat "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar).
Selain berzikir, kaum muslimin juga dianjurkan menghidupkan zikir umum dan takbir pada hari raya Idul Adha dan hari-hari taysrik. Terkait amalan berzikir ini, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih DIA cintai dibanding melakukan amal ibadah di 10 hari bulan Dzulhijjah . Maka perbanyaklah di 10 hari ini membaca Tahlil, Takbir dan Tahmid". (HR Imam Ahmad dari Ibnu Umar RA)
Kemudian riwayat dari Abu Hurairah RA menuturkan, pada suatu hari Rasulullah SAW keluar memimpin kami menghadapi musuh. Tiba-tiba beliau shallallahu 'alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam memerintahkan, "Ambillah perisai kalian!" Kami bertanya, "Ya Rasulullah , apakah ada musuh yang datang?" Beliau SAW menjawab, "Ambillah perisai kalian terhadap neraka, ucapkanlah:
"Maha Suci Allah; Segala Puji Bagi Allah; Tiada Tuhan Selain Allah; Allah Maha Besar; Tiada Daya dan Kekuatan kecuali dengan Pertolongan Allah".
Baca juga : Kenali Puasa Tarwiyah dan Arafah, Puasa Populer di Bulan Zulhijjah
Allah Ta'ala berfirman:
وَلَيَالٍ عَشۡرٍۙ
"Dan demi malam-malam yang sepuluh". (QS Al-Fajr Ayat 2).
Menurut Habib Ahmad bin Novel Salim Jindan (pengasuh Ponpes Al-Hawthah Al-Jindaniyah), tidaklah Allah bersumpah terhadap sesuatu melainkan sesuatu itu adalah hal yang sangat penting dan sangat berharga.
Para ulama ahli tafsir mengatakan bahwa malam-malam yang sepuluh dalam ayat itu adalah 10 hari pertama Zulhijjah . Salah satu amalan yang dianjurkan pada 10 hari Zulhijjah adalah menghidupkan zikir . Orang-orang yang berzikir di kalangan umat Nabi Muhammad SAW memiliki kemuliaan di sisi Allah Ta'ala. Keutamaan berzikir (mengigat Allah) di bulan Dzulhijjah ini akan mendapatkan ganjaran kebaikan di dunia dan akhirat.
Baca juga: Zulhijjah Bulan Berkurban : Inilah Hukum Kurban Menurut 4 Mazhab
Habib Ahmad mengatakan, amalan zikir khusus pada 10 hari Zulhijjah adalah Tahlil dan Takbir. Tahlil adalah ucapan "Laa Ilaha Illallah" (tidak ada Tuhan selain Allah). Sedangkan Takbir ialah kalimat "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar).
Selain berzikir, kaum muslimin juga dianjurkan menghidupkan zikir umum dan takbir pada hari raya Idul Adha dan hari-hari taysrik. Terkait amalan berzikir ini, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih DIA cintai dibanding melakukan amal ibadah di 10 hari bulan Dzulhijjah . Maka perbanyaklah di 10 hari ini membaca Tahlil, Takbir dan Tahmid". (HR Imam Ahmad dari Ibnu Umar RA)
Kemudian riwayat dari Abu Hurairah RA menuturkan, pada suatu hari Rasulullah SAW keluar memimpin kami menghadapi musuh. Tiba-tiba beliau shallallahu 'alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam memerintahkan, "Ambillah perisai kalian!" Kami bertanya, "Ya Rasulullah , apakah ada musuh yang datang?" Beliau SAW menjawab, "Ambillah perisai kalian terhadap neraka, ucapkanlah:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ
"Maha Suci Allah; Segala Puji Bagi Allah; Tiada Tuhan Selain Allah; Allah Maha Besar; Tiada Daya dan Kekuatan kecuali dengan Pertolongan Allah".
Baca juga : Kenali Puasa Tarwiyah dan Arafah, Puasa Populer di Bulan Zulhijjah
(wid)
Lihat Juga :