Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?

Senin, 08 Juni 2026 - 16:35 WIB
Istilah resolusi pun sering kali muncul pada awal tahun baru, termasuk dalam tahun baru Islam atau hijriyah ini. Kata itu digunakan sebagian besar orang untuk mencapai impian di tahun baru Foto ilustrasi/ist
Istilah resolusi pun sering kali muncul pada awal tahun baru, termasuk dalam tahun baru Islam atau hijriyah ini. Kata itu digunakan sebagian besar orang untuk mencapai impian di tahun baru. Makna resolusi saat ini berarti harapan yang sungguh-sungguh dari pribadi seseorang. Dengan makna itu, banyak orang memakai istilah itu untuk membuat rencana agar mencapai tujuan-tujuan.

Nah, berkaitan dengan awal tahun baru hijriyah ini, bolehkah umat muslim membuat resolusi? Bagaimana hukumnya menurut syariat?

Sebagai umat Islam, kita idealnya menetapkan tujuan tidak hanya bagi kesejahteraan materiil kita saja, tetapi yang lebih penting bagi spiritual kita. Artinya, bukan berarti kita tidak peduli dengan materiil, namun kita harus terus mengingat bagaimana keberlanjutan hidup yang terbentang di depan, begitu mata kita tertutup dari tempat fana yang sementara ini.

Allah Ta'ala berfirman :

وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ


"Ya Tuhan kami! Berikan kami kebaikan di dunia ini dan kebaikan dalam kehidupan yang akan datang dan jauhkan kami dari siksaan neraka, (QS Al-Baqarah : 201)

Baca juga: Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!

Juga firman Allah Ta'ala :

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ


"Allah Maha Tinggi menyebutkan dalam Alquran: ...dan saya tidak menciptakan jin dan manusia kecuali bahwa mereka harus menyembah saya..." (QS Az-Zariyat : 56)

Membuat resolusi sebenarnya dapat membantu menunjukkan dengan tepat apa yang ingin kita capai, sehingga memudahkan untuk membuat rencana untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Ada beberapa hal yang perlu diingat ketika membuat resolusi, salah satunya adalah niat dan tindakan .

Niat adalah proses berpikir yang dimiliki orang, dan tindakan adalah apa yang dilakukan orang secara fisik/merupakan manifestasi dari pikiran ini. Allah menghakimi niat dan tindakan kita. Hadis Qudsi yang terkenal mengatakan:

“Sesungguhnya, Allah telah mencatat perbuatan baik dan buruk dan Allah menjelaskannya. Siapa pun yang berniat melakukan perbuatan baik tetapi tidak melakukannya, maka Allah akan mencatatnya sebagai perbuatan baik sepenuhnya. Jika mereka berniat melakukannya dan melakukannya, maka Allah Ta’ala akan mencatatnya sebagai sepuluh perbuatan baik hingga tujuh ratus kali lipat atau bahkan lebih. Jika mereka berniat melakukan perbuatan buruk dan tidak melakukannya, maka Allah akan mencatat bagi mereka satu perbuatan baik. Jika mereka melakukannya, maka Allah akan mencatat bagi mereka satu perbuatan buruk.” (HR Bukhari dan Muslim)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!