Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Rabu, 10 Juni 2026 - 13:30 WIB
Salah satu amalan utama di bulan Muharram nanti adalah puasa sunnah terutama puasa Asyura, atau puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Foto ilustrasi/ist
Ada tiga amalan utama di bulan Muharram yang perlu diketahui dan diamalkan umat Islam. Amalan apa saja? Simak ulasannya berikut ini.
Pendiri Rumah Fiqih Indonesia Ustaz Ahmad Sarwat menukil salah satu kitab rujukan Mazhab Syafi'i yakni Kitab I'anatut Thalibin. Disebutkan bahwa banyak amalan-amalan yang bisa dikerjakan pada momentum bulan Muharram.
Penulis kitab tersebut, Abu Bakar Al-Bakri (wafat 1310 H) mengutip nazham yang disusun anonim (tanpa nama pengarang) berkaitan dengan amalan di bulan Muharram yaitu:
"Puasalah, Salatlah, Silaturrahim-lah, mandilah (sunnah) kepala anak yatim usaplah, bersedekahlah dan pakailah celak mata."
"Luaskan belanja, potonglah kuku, kunjungi ulama, tengoklah orang sakit, bacalah Surat Al-Ihklas 1000 kali."
Baca juga: Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
"Namun penyusun kitab ini mengatakan bahwa hanya dua saja yang memiliki dasar kuat yaitu puasa sunnah dan meluaskan belanja. Sedangkan selebihnya kebanyakan Haditsnya dhaif dan sebagian lagi mungkar maudhu," kata Ustaz Ahmad Sarwat sebagaimana dilansir dari rumahfiqih.
Dari Abu Hurairoh ia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah Muharram. Dan salat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam." (HR Muslim 1162)
Dari Humaid bin Abdir Rahman, ia mendengar Muawiyah bin Abi Sufyan RA berkata: "Wahai penduduk Madinah, di mana ulama kalian? Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Ini hari Assyura, dan Allah tidak mewajibkan shaum (puasa) kepada kalian di hari itu, sedangkan saya shaum, maka siapa yang mau shaum hendaklah ia shaum dan siapa yang mau berbuka hendaklah ia berbuka." (HR Al-Bukhari 2003)
Rasulullah SAW bersabda: "Puasalah kalian pada hari 'Asyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. PuasaLAH kalian sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya." (HR Ath-Thahawy dan Al-BaihaqI serta Ibnu Khuzaimah 2095)
Pendiri Rumah Fiqih Indonesia Ustaz Ahmad Sarwat menukil salah satu kitab rujukan Mazhab Syafi'i yakni Kitab I'anatut Thalibin. Disebutkan bahwa banyak amalan-amalan yang bisa dikerjakan pada momentum bulan Muharram.
Penulis kitab tersebut, Abu Bakar Al-Bakri (wafat 1310 H) mengutip nazham yang disusun anonim (tanpa nama pengarang) berkaitan dengan amalan di bulan Muharram yaitu:
صم صل زر عالما واكتحل....رأس اليتيم امسح تصدق واغتسل
"Puasalah, Salatlah, Silaturrahim-lah, mandilah (sunnah) kepala anak yatim usaplah, bersedekahlah dan pakailah celak mata."
..وسع على العيال قلم ظفرا ....وسورة الاخلاص قل ألفا تصل
"Luaskan belanja, potonglah kuku, kunjungi ulama, tengoklah orang sakit, bacalah Surat Al-Ihklas 1000 kali."
Baca juga: Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
"Namun penyusun kitab ini mengatakan bahwa hanya dua saja yang memiliki dasar kuat yaitu puasa sunnah dan meluaskan belanja. Sedangkan selebihnya kebanyakan Haditsnya dhaif dan sebagian lagi mungkar maudhu," kata Ustaz Ahmad Sarwat sebagaimana dilansir dari rumahfiqih.
Tiga Amalan Utama Bulan Muharram:
1. Puasa Asyura dan Tasu'a
Yang berkaitan dengan puasa adalah puasa sunnah yaitu pada hari ke-10 dan ke-9 di bulan Muharram. Sering juga disebut dengan puasa 'Asyuro dan Tasu'a. Banyak sekali dalil yang menerangkan hal ini, antara lain:Dari Abu Hurairoh ia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah Muharram. Dan salat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam." (HR Muslim 1162)
Dari Humaid bin Abdir Rahman, ia mendengar Muawiyah bin Abi Sufyan RA berkata: "Wahai penduduk Madinah, di mana ulama kalian? Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Ini hari Assyura, dan Allah tidak mewajibkan shaum (puasa) kepada kalian di hari itu, sedangkan saya shaum, maka siapa yang mau shaum hendaklah ia shaum dan siapa yang mau berbuka hendaklah ia berbuka." (HR Al-Bukhari 2003)
Rasulullah SAW bersabda: "Puasalah kalian pada hari 'Asyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. PuasaLAH kalian sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya." (HR Ath-Thahawy dan Al-BaihaqI serta Ibnu Khuzaimah 2095)
Lihat Juga :