Mengapa Akhlak Begitu Penting dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Hadis
Kamis, 02 Juli 2026 - 15:35 WIB
”Sesuatu yang lebih berat di timbangan adalah akhlak yang baik.” (HR. Ahmad. Hadis ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani رحمه الله dalam As-Silsilah Ash-Shahihah Juz 2 : 876)
Menurutnya, akhlak yang baik meliputi akhlak kepada Allah Ta'ala dan akhlak kepada sesama manusia. Berikut uraiannya:
“Dan siapakah yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?” (HR. Ahmad)
“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah : 275)
Maka seorang muslim harus menjauhi berbagi bentuk ribawi. Baik itu riba fadhl maupun riba nasi’ah.
Menurutnya, akhlak yang baik meliputi akhlak kepada Allah Ta'ala dan akhlak kepada sesama manusia. Berikut uraiannya:
Akhlak kepada Allah Ta'ala
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa akhlak yang baik kepada Allah mencakup tiga hal, antara lain :1. Menerima berita yang datang dari Allah dengan cara membenarkannya
Apapun berita yang datang dari Allah Ta'ala, baik yang bersumber dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah, baik yang mampu dicerna dengan akal maupun tidak, maka berita tersebut harus diterima. Allah Ta'ala berfirman;وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيْثًا
“Dan siapakah yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?” (HR. Ahmad)
2. Menerima hukum Allah Ta'ala, dengan cara melaksanakan dan menerapkannya
Baik itu hukum yang bersifat perintah maupun larangan. Di antara hukum Allah Ta'ala yang berupa larangan adalah firman- Nya;وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah : 275)
Maka seorang muslim harus menjauhi berbagi bentuk ribawi. Baik itu riba fadhl maupun riba nasi’ah.
3. Menerima Takdir Allah Ta'ala dengan sabar dan ridha
Ketetapan Allah Ta'ala atas para hamba-Nya mencakup hal yang baik dan hal yang buruk. Ketika seorang hamba mendapatkan takdir yang buruk, maka ia harus bersabar dan berupaya untuk ridha terhadap takdir tersebut.Lihat Juga :