Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:50 WIB
Nabi Musa AS segera menepis anggapan tersebut.

"Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh."

Jawaban itu menegaskan bahwa perintah tersebut adalah wahyu Allah, bukan candaan ataupun ejekan.

Banyak Bertanya Justru Menyulitkan

Pada awalnya Allah SWT tidak menentukan secara rinci jenis sapi yang harus disembelih. Artinya, sapi betina apa pun sebenarnya telah memenuhi perintah tersebut.

Namun, Bani Israil justru terus mengajukan pertanyaan. Mereka meminta Nabi Musa AS menjelaskan usia sapi yang dimaksud. Allah SWT kemudian menjawab bahwa sapi tersebut tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, melainkan pertengahan. Belum puas, mereka kembali bertanya mengenai warnanya.

Allah SWT menjelaskan bahwa sapi itu berwarna kuning tua yang cerah dan sedap dipandang. Mereka masih juga merasa belum jelas, lalu kembali meminta penjelasan lebih rinci.

Melalui Nabi Musa AS, Allah SWT menerangkan bahwa sapi tersebut belum pernah digunakan membajak sawah ataupun mengairi tanaman, tubuhnya sehat, dan tidak memiliki belang.

Setelah seluruh ciri itu dijelaskan, barulah mereka berkata, "Sekarang barulah engkau menerangkan yang sebenarnya."

Padahal, justru karena banyak bertanya, mereka sendiri yang mempersulit pelaksanaan perintah Allah SWT. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa apabila sejak awal mereka langsung menyembelih sapi betina apa saja, niscaya perintah tersebut telah terlaksana tanpa kesulitan.

Sapi yang Sulit Ditemukan

Dengan kriteria yang sangat spesifik, Bani Israil akhirnya kesulitan mencari sapi yang sesuai. Mereka harus menemukan sapi betina yang berusia pertengahan, berwarna kuning cerah, sehat, tidak bercacat, serta belum pernah digunakan bekerja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!