Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Kamis, 23 Juli 2026 - 05:15 WIB
Rebo Wekasan merupakan tradisi yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Muslim Nusantara, khususnya di Jawa. Foto ilustrasi/ist
Tradisi Rebo Wekasan kembali menjadi perbincangan setiap memasuki penghujung Bulan Safar . Di berbagai daerah, khususnya di Pulau Jawa, sebagian masyarakat mengisi hari tersebut dengan salat sunnah, doa bersama, hingga berbagai amalan yang diyakini sebagai ikhtiar memohon perlindungan dari bala atau musibah.
Lantas, mengapa ada tradisi Rebo Wekasan di Bulan Safar? Apakah amalan tersebut memiliki dasar dalam Islam? Berikut penjelasan mengenai asal-usul, pandangan ulama, dan hadis-hadis yang berkaitan dengan Bulan Safar.
Berdasarkan Kalender Hijriyah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Safar 1448 Hijriah bertepatan dengan Kamis, 16 Juli 2026. Bulan Safar tahun ini berumur 29 hari, sehingga 29 Safar 1448 H jatuh pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Momentum inilah yang oleh sebagian masyarakat diperingati dengan berbagai ritual keagamaan dan doa bersama.
Baca juga: Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
Salah satu pendapat tersebut dinukil oleh Abdul Hamid Quds dalam kitab Kanzun Najah was-Surur fi Fadhail al-Azminah wash-Shuhur. Dalam kitab itu disebutkan bahwa pada hari Rabu terakhir Bulan Safar turun sekitar 320.000 bala.
Karena keyakinan tersebut, sebagian umat Islam melaksanakan salat sunnah empat rakaat, membaca surat-surat tertentu setelah Al-Fatihah, lalu dilanjutkan dengan doa memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari berbagai musibah selama satu tahun.
Namun demikian, keyakinan tersebut merupakan pendapat sebagian ulama dan bukan ajaran yang disepakati seluruh ulama Islam.
Lantas, mengapa ada tradisi Rebo Wekasan di Bulan Safar? Apakah amalan tersebut memiliki dasar dalam Islam? Berikut penjelasan mengenai asal-usul, pandangan ulama, dan hadis-hadis yang berkaitan dengan Bulan Safar.
Apa Itu Rebo Wekasan?
Rebo Wekasan merupakan istilah yang populer di Indonesia, terutama dalam tradisi masyarakat Jawa. Kata Rebo Wekasan berarti Rabu terakhir pada Bulan Safar dalam kalender Hijriyah atau kalender Jawa.Berdasarkan Kalender Hijriyah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Safar 1448 Hijriah bertepatan dengan Kamis, 16 Juli 2026. Bulan Safar tahun ini berumur 29 hari, sehingga 29 Safar 1448 H jatuh pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Momentum inilah yang oleh sebagian masyarakat diperingati dengan berbagai ritual keagamaan dan doa bersama.
Baca juga: Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
Keyakinan tentang Turunnya Bala pada Rebo Wekasan
Tradisi Rebo Wekasan berkembang dari pendapat sebagian ulama dan ahli makrifat yang meyakini bahwa Allah SWT menurunkan berbagai bala atau musibah pada Rabu terakhir Bulan Safar.Salah satu pendapat tersebut dinukil oleh Abdul Hamid Quds dalam kitab Kanzun Najah was-Surur fi Fadhail al-Azminah wash-Shuhur. Dalam kitab itu disebutkan bahwa pada hari Rabu terakhir Bulan Safar turun sekitar 320.000 bala.
Karena keyakinan tersebut, sebagian umat Islam melaksanakan salat sunnah empat rakaat, membaca surat-surat tertentu setelah Al-Fatihah, lalu dilanjutkan dengan doa memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari berbagai musibah selama satu tahun.
Namun demikian, keyakinan tersebut merupakan pendapat sebagian ulama dan bukan ajaran yang disepakati seluruh ulama Islam.
Islam Menolak Anggapan Bulan Safar Membawa Kesialan
Dalam ajaran Islam, Bulan Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah sebagaimana bulan-bulan lainnya. Tidak ada satu bulan pun yang secara zat membawa keberuntungan maupun kesialan.Lihat Juga :