Konsep Waktu dalam Islam : Amanah Allah yang Wajib Dijaga dan Dipertanggungjawabkan

Senin, 27 Juli 2026 - 08:49 WIB
Islam mengajarkan bahwa waktu merupakan salah satu nikmat terbesar sekaligus amanah dari Allah SWT yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Foto ilustrasi/ist
Islam mengajarkan bahwa waktu merupakan salah satu nikmat terbesar sekaligus amanah dari Allah SWT yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Setiap detik kehidupan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah, sehingga seorang Muslim dituntut untuk mengisi waktunya dengan iman, amal saleh, dan berbagai aktivitas yang bermanfaat.

Pandangan Islam mengenai pentingnya waktu ditegaskan dalam Surat Al-'Ashr. Allah SWT berfirman:

"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran." (QS Al-'Ashr: 1-3).

Surah yang sangat populer di kalangan umat Islam ini menjadi pengingat bahwa keberuntungan manusia tidak diukur dari panjangnya usia, melainkan dari bagaimana ia memanfaatkan waktu untuk beriman dan beramal.

Baca juga: Nasihat Salafus Shalih tentang Waktu, Pengingat Keras bagi yang Lalai

Cendekiawan Muslim Indonesia, Nurcholish Madjid, pernah menyimpulkan bahwa semangat seorang Muslim tercermin dalam prinsip "Saya bekerja, saya ada." Artinya, eksistensi seorang Muslim dibuktikan melalui kerja nyata untuk menghadirkan kebaikan bagi diri sendiri maupun masyarakat, disertai semangat amar makruf nahi mungkar.

Waktu adalah Amanah dari Allah

Dalam perspektif Islam, waktu bukanlah milik manusia. Waktu adalah amanah yang diberikan Allah SWT dan kelak akan dipertanggungjawabkan.

Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. Lalu dipikullah amanah itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh." (QS Al-Ahzab: 72).

Makna amanah dalam ayat tersebut sangat luas, termasuk amanah berupa umur dan waktu yang dimiliki setiap manusia. Karena itu, setiap detik kehidupan hendaknya digunakan untuk menaati Allah serta memberikan manfaat bagi sesama.

Lima Pertanyaan di Hari Kiamat

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas kehidupannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!