Konsep Waktu dalam Islam : Amanah Allah yang Wajib Dijaga dan Dipertanggungjawabkan

Senin, 27 Juli 2026 - 08:49 WIB
Dalam hadis riwayat Abdullah bin Umar, Nabi SAW bersabda:

"Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir." (HR Bukhari).

Ibnu Umar kemudian menasihati agar seseorang tidak menunda pekerjaan pagi hingga sore, ataupun pekerjaan sore hingga pagi. Sikap disiplin terhadap waktu merupakan bekal penting untuk meraih keberhasilan di dunia sekaligus keselamatan di akhirat.

Hari Ini Harus Lebih Baik dari Kemarin

Semangat memperbaiki kualitas diri setiap hari juga tercermin dalam ungkapan yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib:

"Barang siapa hari ini lebih baik daripada kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa hari ini sama dengan kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa hari ini lebih buruk daripada kemarin, maka ia termasuk orang yang celaka."

Ungkapan tersebut menjadi motivasi agar setiap Muslim terus meningkatkan kualitas ibadah, ilmu, akhlak, dan produktivitasnya dari waktu ke waktu.

Menjadikan Waktu sebagai Investasi Akhirat

Konsep waktu dalam Islam bukan sekadar mengatur jadwal harian, tetapi juga membentuk karakter seorang Muslim yang disiplin, produktif, dan bertanggung jawab.

Setiap detik kehidupan adalah investasi menuju akhirat. Karena itu, waktu hendaknya diisi dengan amal saleh, menuntut ilmu, bekerja secara profesional, menjaga hubungan dengan keluarga, serta memberi manfaat kepada masyarakat.

Dengan memanfaatkan waktu sesuai tuntunan Al-Qur'an dan sunah, seorang Muslim tidak hanya meraih keberhasilan di dunia, tetapi juga mengharapkan ridha Allah SWT di kehidupan akhirat. Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Kisah Dakwah Nabi Muhammad di Gua Tsur, Pelajaran Besar dari Hijrah ke Madinah
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!