Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
Senin, 27 Juli 2026 - 16:23 WIB
Ta'rujul-malā'ikatu war-rūḥu ilaihi fī yaumin kāna miqdāruhū khamsīna alfa sanah.
"Dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun." (QS Al-Ma'arij: 4).
Menurut penjelasan para ulama, ayat ini tidak bertentangan dengan Surat Al-Hajj ayat 47. Ayat tersebut menjelaskan kondisi tertentu pada Hari Kiamat, khususnya beratnya penantian dan dahsyatnya keadaan yang dirasakan orang-orang kafir.
Hal ini diperkuat dengan firman Allah SWT:
"Apabila sangkakala ditiup, maka itulah hari yang sangat sulit, bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah." (QS Al-Muddatstsir: 8-10).
Karena itu, sebagian mufasir menjelaskan bahwa lamanya waktu hingga mencapai 50.000 tahun menggambarkan betapa beratnya Hari Kiamat bagi orang-orang yang ingkar kepada Allah SWT.
Hadis tentang orang-orang mukmin yang miskin juga memberikan kabar gembira bahwa kesabaran dalam menjalani kehidupan dunia akan memperoleh balasan besar di sisi Allah SWT. Sebaliknya, setiap manusia diingatkan agar tidak terlena dengan kenikmatan dunia yang hanya bersifat sementara.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, bersabar dalam menghadapi ujian, serta menjadikan kehidupan dunia sebagai bekal untuk meraih kebahagiaan abadi di akhirat. Wallahu A'lam
Referensi: Tuhfatul Ahwadzi Syarh Jami' At-Tirmidzi, Imam Al-Hafizh Abul 'Ula Muhammad Abdurrahman Al-Mubarakfuri, Darus Salam, cetakan pertama, 1432 H.
Baca juga: Nasihat Salafus Shalih tentang Waktu, Pengingat Keras bagi yang Lalai
"Dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun." (QS Al-Ma'arij: 4).
Menurut penjelasan para ulama, ayat ini tidak bertentangan dengan Surat Al-Hajj ayat 47. Ayat tersebut menjelaskan kondisi tertentu pada Hari Kiamat, khususnya beratnya penantian dan dahsyatnya keadaan yang dirasakan orang-orang kafir.
Hal ini diperkuat dengan firman Allah SWT:
"Apabila sangkakala ditiup, maka itulah hari yang sangat sulit, bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah." (QS Al-Muddatstsir: 8-10).
Karena itu, sebagian mufasir menjelaskan bahwa lamanya waktu hingga mencapai 50.000 tahun menggambarkan betapa beratnya Hari Kiamat bagi orang-orang yang ingkar kepada Allah SWT.
Pelajaran bagi Umat Islam
Perbedaan ukuran waktu antara dunia dan akhirat menunjukkan bahwa kehidupan dunia sesungguhnya sangat singkat dibandingkan kehidupan akhirat yang kekal.Hadis tentang orang-orang mukmin yang miskin juga memberikan kabar gembira bahwa kesabaran dalam menjalani kehidupan dunia akan memperoleh balasan besar di sisi Allah SWT. Sebaliknya, setiap manusia diingatkan agar tidak terlena dengan kenikmatan dunia yang hanya bersifat sementara.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, bersabar dalam menghadapi ujian, serta menjadikan kehidupan dunia sebagai bekal untuk meraih kebahagiaan abadi di akhirat. Wallahu A'lam
Referensi: Tuhfatul Ahwadzi Syarh Jami' At-Tirmidzi, Imam Al-Hafizh Abul 'Ula Muhammad Abdurrahman Al-Mubarakfuri, Darus Salam, cetakan pertama, 1432 H.
Baca juga: Nasihat Salafus Shalih tentang Waktu, Pengingat Keras bagi yang Lalai
(wid)
Lihat Juga :