5 Sikap Terbaik Menyikapi Wabah Berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah
Rabu, 23 September 2020 - 21:43 WIB
Hal pertama yang mesti dilakukan seorang muslim dalam menghadapi wabah penyakit setelah ia menata akidahnya adalah berikhtiyar semaksimal mungkin untuk menghindarinya. Bahkan sikap ini merupakan perintah langsung dari Rasululla h صلى الله عليه وسلم dan juga sekaligus diamalkan oleh beliau "Dan larilah dari penyakit lepra sebagaimana engkau lari dari kejaran singa." (HR. Al-Bukhari)
Usamah bin Zaid radhiyallahu’anhu telah meriwauatkan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Tha'un (penyakit menular/wabah kolera) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya." (HR. Bukhari Muslim)
4. Tidak Membahayakan Orang Lain
Selain tidak boleh membahayakan diri sendiri, juga kita wajib menghidarkan diri dari melakukan halhal yang membahayakan orang lain. Keduanya menjadi satu hal yang satu paket, sebagaimana sabda Nabi dalam hadits riwayat Abu Said alKhudri radhiyallahuanhu. "Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain." (HR. Malik, Daruquthni, Hakim dan Baihaqi)
Sebisanya menjauhkan diri dari kerumuman atau perkumpulan. Menghindari kontak fisik dan wajib menjaga jarak selama masa penyebaran Covid-19 ini adalah bentuk nyata dari upaya agar kita tidak memberi madharat kepada orang lain. Masalahnya bukan sekadar agar kita tidak tertular dari orang lain, tetapi juga tidak menulari orang lain.
5. Wajib Mengupayakan Pengobatan
Syariah Islam telah memerintahkan kepada kita sebagai hamba Allah untuk selalu mengupayakan kesembuhan. Sebab setiap penyakit itu datangnya dari Allah Ta'ala. Dan Allah tidak pernah menurunkan suatu penyakit kecuali diturunkan juga obatnya. Maka tugas dan kewajiban kita adalah untuk menemukan obat dari suatu penyakit.
Perintah ini memang datang dari sisi Rasulullah صلى الله عليه وسلم : "Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, maka akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah 'azza wa Jalla." (HR. Muslim). Jadi penyakit itu harus diupayakan obatnya dan bukan hanya didiamkan saja. Benar bahwa tubuh kita punya zat antibodi yang bisa melawan penyakit. Namun bukan berarti kita tidak perlu berobat.
Itulah 5 sikap terbaik seorang muslim sebagaimana diajarkan Al-Qur'an dan Sunnah. Kita berdoa semoga Allah Ta'ala berkenan mengangkat wabah ini. (Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Temukan "Obat" Covid-19 Bersumber dari Hadis Nabi )
Usamah bin Zaid radhiyallahu’anhu telah meriwauatkan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Tha'un (penyakit menular/wabah kolera) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya." (HR. Bukhari Muslim)
4. Tidak Membahayakan Orang Lain
Selain tidak boleh membahayakan diri sendiri, juga kita wajib menghidarkan diri dari melakukan halhal yang membahayakan orang lain. Keduanya menjadi satu hal yang satu paket, sebagaimana sabda Nabi dalam hadits riwayat Abu Said alKhudri radhiyallahuanhu. "Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain." (HR. Malik, Daruquthni, Hakim dan Baihaqi)
Sebisanya menjauhkan diri dari kerumuman atau perkumpulan. Menghindari kontak fisik dan wajib menjaga jarak selama masa penyebaran Covid-19 ini adalah bentuk nyata dari upaya agar kita tidak memberi madharat kepada orang lain. Masalahnya bukan sekadar agar kita tidak tertular dari orang lain, tetapi juga tidak menulari orang lain.
5. Wajib Mengupayakan Pengobatan
Syariah Islam telah memerintahkan kepada kita sebagai hamba Allah untuk selalu mengupayakan kesembuhan. Sebab setiap penyakit itu datangnya dari Allah Ta'ala. Dan Allah tidak pernah menurunkan suatu penyakit kecuali diturunkan juga obatnya. Maka tugas dan kewajiban kita adalah untuk menemukan obat dari suatu penyakit.
Perintah ini memang datang dari sisi Rasulullah صلى الله عليه وسلم : "Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, maka akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah 'azza wa Jalla." (HR. Muslim). Jadi penyakit itu harus diupayakan obatnya dan bukan hanya didiamkan saja. Benar bahwa tubuh kita punya zat antibodi yang bisa melawan penyakit. Namun bukan berarti kita tidak perlu berobat.
Itulah 5 sikap terbaik seorang muslim sebagaimana diajarkan Al-Qur'an dan Sunnah. Kita berdoa semoga Allah Ta'ala berkenan mengangkat wabah ini. (Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Temukan "Obat" Covid-19 Bersumber dari Hadis Nabi )
(rhs)
Lihat Juga :