Tahun Musibah: Habil Terbunuh, Qabil Kawin Lari Dengan Iqlima

Rabu, 06 Mei 2020 - 15:15 WIB
Qabil melihatnya seraya berkata, “Mengapa tidak aku praktekkan hal itu kepada Habil.”

Ketika waktunya tiba, Qabil pergi mendatangi Habil dan dia mendapatinya sedang tidur di bawah sebuah gunung. Kemudian Qabil mengambil sebuah batu. Dia bawa batu itu dan kemudian dia lemparkan ke kepala saudaranya. Batu tersebut mengenai Habil dan membuatnya mati terbunuh.

Dialah, Qabil, anak Adam yang pertama kali melakukan tindakan pembunuhan. Ketika itu, dia berumur 20 tahun. Setelah membunuh Habil, Qabil bingung harus diapakan saudaranya itu.

Kemudian mayat Habil dia masukkan ke dalam sebuah wadah (sejenis kantong); dia pikul di atas pundaknya dan dibawa berkeliling ke berbagai tempat. Ketika itu, binatang-binatang buas dan burung berkeliling di sekitarnya, menunggu kapan dia meninggalkannya, untuk memakannya.

Sampai akhirnya Allah mengutus dua ekor gagak kepada Qabil. Salah satu dari dua gagak itu membunuh yang lainnya. Setelah membunuhnya, gagak yang membunuh menggali tanah dengan paruh dan cakarnya. Lalu kawannya yang terbunuh ia letakkan dalam lubang galian tersebut dan kemudian ditimbun kembali dengan tanah.

Ketika itu Qabil berkata: “’Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini; lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?’ Karena itu, jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal.” (QS Al-Maa’idah:32).

Sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa Qabil tidak menyesal karena telah membunuh, tetapi dia menyesal karena membawa mayatnya, harus dibawa ke mana mayat saudaranya itu.

Menurut sebuah riwayat, Qabil membawa-bawa mayat itu selama setahun dan dia tidak tahu harus dibagaimanakan mayat saudaranya itu.

Pengarang kitab Mir’at az-Zaman mengatakan bahwa para ahli nujum mengatakan bintang berekor belum pernah muncul di dunia kecuali ketika terbunuhnya Habil, Ibrahim al-Khalil dilemparkan ke dalam api, hancurnya kaum ‘Ad, dan tenggelamnya Fir’aun.

Dan semenjak itu belum pernah muncul lagi kecuali ketika muncul kejadian seperti menyebarnya wabah penyakit atau terbunuhnya seorang raja. Bintang tersebut pernah muncul di awal perkembangan Islam, ketika Perang Badar Kubra, ketika terbunuhnya Utsman bin Affan, terbunuhnya Ali bin Abi Thalib. Demikianlah menurut penelitian. Wallahu a’lam.

Ats-Tsa’labi mengatakan, setelah Habil terbunuh, bumi berguncang. Itulah guncangan yang pertama kali terjadi di muka bumi. Di waktu itu, bumi berguncang sebanyak 7 kali hingga tujuh hari sejak terbunuhnya Habil.

Pada saat itu, terjadi gerhana matahari. Itulah gerhana matahari pertama yang terjadi di dunia. Ats-Tsa’labi menambahkan, setelah Habil terbunuh, dalam beberapa jenis pohon tumbuh duri; rasa buah-buahan berubah, dan rasa air ada yang menjadi asin.

Ketika itu, Adam berada di tanah Hindi (India). Dia tidak mengetahui anak tercintanya (Habil) terbunuh.

Ibnu ‘Abbas ra mengatakan, setelah Qabil membunuh saudaranya, Habil, di Gunung Qasiyun, bumi menelan darahnya. Kemudian Allah bertanya kepada Qabil, “Di mana saudaramu?”

Qabil menjawab, “Saya tidak tahu.”

Maka, Allah berfirman kepadanya, “Sesungguhnya darah saudaramu mengatakan dari bumi bahwa engkau telah membunuhnya.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!