Salah Besar Jika Pejabat Menganggap Dirinya Lebih Mulia dari Ulama

Minggu, 18 Oktober 2020 - 09:00 WIB
Apa yang terjadi dengan sikap tersebut? Mereka semua yang satu zaman dan berjumpa langsung dengan para Nabinya tak mendapatkan kebaikan. Bahkan hanya memperoleh kehinaan, termasuk di masa Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. (Baca Juga: Rahasia Keberkahan Usia Para Ulama )

Pertanyaannya, kenapa bisa terjadi demikian? Karena mereka hanya memandang para Nabi sebagai manusia biasa tanpa memandang derajat mereka yang tinggi di sisi Allah Ta'ala. Sungguh sia-sia bagi suatu kaum yang ada orang alim/saleh di antara mereka, tanpa adanya pemuliaan mereka terhadapnya. Cukup jadi pelajaran kehancuran orang-orang dahulu disebabkan kurang memuliakan hamba-hamba yang dicintai Allah Ta'ala.

Tugas suatu kaum apabila ada orang alim/saleh di antara mereka:

1. Memuliakannya, utamakan melihat derajat mereka yang tinggi di sisi Allah Ta'ala.

2. Mempergunakan keilmuannya dengan bertanya dan membukakan baginya majelis-majelis ilmu, agar ilmunya dapat ia curahkan untuk kemaslahatan umat.

3. Menjaga mereka dari orang yang ingin menyakitinya.

4. Mencintai mereka, sebab hal itu dapat mendatanglan rahmat Allah Ta'ala.

Mudah-mudahan kita termasuk pecinta ulama dan orang-orang saleh agar di Yaumul Qiyamah kelak nanti kita dikumpulkan bersama kaum saleh. Aamiiin. (Baca Juga: Belajarlah dari Sejarah Fir'aun dan Namrud )

Referensi:

Kitab Mafaahiim Yajibu Antushohhah karya dari Abuya Sayyid Muhammad bin 'Alawi al-Maliki

Ali Musthafa Siregar

Mahasiswa Fakultas Syari'ah Universitas Al-Ahgaff Yaman

(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!