Tamasya ke Surga, Apa Saja Keindahannya? (1)

Rabu, 28 Oktober 2020 - 11:55 WIB
(Baca juga : Wow! Lagi-lagi Erick Thohir Angkat Relawan Jokowi Jadi Komisaris BUMN )

3. Aroma Surga

Harumnya aroma Surga tercium sejauh perjalanan 40 tahun. Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amru رضي الله عنهما, dari Nabi SAW, beliau bersabda;

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرَحْ رَائِحَةً الْجَنَّةِ وَإِنَّ رَيْحَهَا تُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ أَرْبَعِيْنَ عَامًا.

“Barangsiapa yang membunuh orang kafir yang berada dalam perjanjian (damai), (maka) ia tidak akan mencium aroma Surga. Sesungguhnya aroma Surga sudah tercium sejauh perjalanan 40 tahun.” (HR. Bukhari)

4. Tingkatan di Surga

Di dalam Surga terdapat 100 tingkatan dan tingkatan Surga yang tertinggi berada di posisi yang paling atas. Berkata ‘Abdurrahman bin Zaid bin Aslam rahimahullah

دَرَجَاتُ النَّارِ تَذْهَبُ سَفَالًا وَدَرَجَاتُ الْجَنَّةِ تَذْهَبُ عُلُوًّا.

“Tingkatan (di) Neraka mengarah ke bawah, sedangkan tingkatan (di) Surga mengarah ke atas.” (Tafsirul Qur’anil ‘Azhim, 4/159)

(Baca juga : Politikus Gerindra Minta Jokowi Serukan Boikot Produk Prancis )

Jarak antara satu tingkatan dengan tingkatan berikutnya adalah seperti jarak antara langit dan bumi. Tingkatan tertinggi di Surga adalah firdaus. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyalahu'anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةُ دَرَجَةٍ أَعْدَهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللَّهِ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوْهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ أَرَاهُ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تُفَجِّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ.

“Sesungguhnya di dalam Surga terdapat 100 tingkatan yang disediakan oleh Allah ﷻ untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Jarak antara dua tingkatan adalah seperti jarak antara langit dan bumi. Jika kalian meminta kepada Allah ﷻ, maka mintalah Surga Firdaus. Karena sesungguhnya firdaus adalah surga yang paling tengah dan yang paling tinggi (tingkatannya). Di atasnya adalah ‘Arsy (Allah ﷻ) Ar-Rahman dan dari sanalah terpacar sungai-sungai Surga.” (HR. Bukhari Juz 3 : 2637)

(Baca juga : Dituduh Lakukan Ujaran Kebencian, Risma Dilaporkan ke Polda Jatim )

5. Surga dari Perak dan dari Emas

Ada Surga yang segala sesuatu yang ada di dalamnya dari perak dan ada pula Surga yang segala sesuatu yang ada di dalamnya dari emas. Diriwayatkan dari Abu Bakar bin ‘Abdullah bin Qais, dari bapaknya رضي الله عنه, dari Nabi SAW, beliau bersabda;

جَنَّتَانِ مِنْ فِضَّةٍ آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيْهِمَا وَجَنَّتَانِ مِنْ ذَهَبٍ آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيْهِمَا وَمَا بَيْنَ الْقَوْمِ وَبَيْنَ أَنْ يَنْظُرُوْا إِلَى رَبِّهِمْ إِلَّا رِدَاءُ الْكِبْرِيَاءِ عَلَى وَجْهِهِ فِيْ جَنَّةِ عَدْنٍ.

“Dua Surga yang wadah-wadahnya dan segala sesuatu yang ada di dalam keduanya adalah dari perak. Dua Surga yang wadah-wadahnya dan segala sesuatu yang ada di dalam keduanya adalah dari emas. Tidak ada (penghalang) antara kaum tersebut dengan melihat Rabb mereka, kecuali selendang keagungan pada Wajah-Nya di Surga ‘Adn.” (HR. Bukhari Juz 4 : 4597 dan Muslim Juz 1 : 180, lafazh ini miliknya)

6. Postur Tubuh Penghuni Surga

Postur tubuh penghuni Surga setinggi 60 hasta yang menjulang ke langit. Mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak beringus dan tidak pula meludah. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda;

إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَالَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً لَا يَبُوْلُوْنَ وَلَا يَتَغَوَّطُوْنَ وَلَا يَتَمَخَّطُوْنَ وَلَا يَتْفُلُوْنَ أَمْشَاطُهُمُ الذَّهَبُ وَرَشْحُهُمُ الْمِسْكُ وَمُجَامِرُهُمُ الْأُلُوَّةُ وَأَزْوَاجُهُمُ الْحُوْرُ الْعِيْنُ أَخْلَاقُهُمْ عَلَى خُلُقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ عَلَى صُوْرَةِ أَبِيْهِمْ آدَمَ سِتُّوْنَ ذِرَاعًا فِي السَّمَاءِ.

“Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk Surga rupa (mereka) seperti bulan di malam purnama. Kemudian (rombongan) yang setelah mereka seperti bintang yang bersinar paling terang di langit. Mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak beringus dan tidak pula meludah. Sisir mereka (terbuat dari) emas, keringat mereka adalah kesturi, asapan mereka sangat harum, isteri-isteri mereka adalah bidadari yang bermata jeli, akhlak mereka (sama) seperti akhlak satu orang, (bentuk mereka) seperti bapak mereka Adam عليه السلام (dengan tinggi) 60 hasta yang menjulang ke langit.” (Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari Juz 3 : 3149 dan Muslim Juz 4 : 2834, lafazh ini miliknya)

(Baca juga : Penutupan Jalan, Sejumlah Rute Transjakarta Diperpendek dan Dialihkan )

7. Usia Penghuni Surga
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!