Ini Alasan Mengapa Menggambar Wajah Nabi Muhammad SAW Dilarang
Selasa, 03 November 2020 - 16:48 WIB
Sudah menjadi ijma bahwa dari zaman ke zaman umat menyepakati larangan memvisualisasikan sosok Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Foto/Ist
Apa yang dilakukan majalah Charlie Hebdo dengan membuat karikatur Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan mempublikasikannya benar-benar melukai umat Islam. Situasi ini makin diperparah dengan dukungan Presiden Prancis Emmanuel Macronatas mengatasnamakan kebebasan berekspresi.
Wajar saja jika umat Islam di dunia marah karena membuat karikatur Nabi sama saja dengan melecehkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم . Selain menghina kesucian Rasulullah, karikatur itu juga merendahkan martabat Islam sebagai agama yang damai. (Baca Juga: Seruan Syaikh As-Sudais Terkait Karikatur Nabi Muhammad )
Bagaimana pandangan syariat terkait pembuatan karikatur Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم? Berikut alasan mengapa membuat gambar Nabi Muhammad dilarang keras dalam Islam .
(Baca juga : Kisah Khabib Nurmagomedov, Dagestan dan Kesederhanaan sang Elang )
Dalam kaidah syariat, hukum menggambar atau melukis makhluk yang memiliki ruh (manusia dan hewan) adalah haram. Namun, gambar (foto) dari hasil jepretan kamera terdapat khilaf (beda pendapat) di antara ulama . Ada ulama yang mengharamkan, namun ada yang membolehkannya.
(Baca juga : Media AS Salahkan Prancis atas Serangan Teror Termasuk Pemenggalan )
Adapun jika yang digambar atau dilukis itu adalah sosok Nabi yang ma'shum (terpelihara dari dosa) adalah dosa besar. Itu sebabnya umat Islam tidak berani membuat deskripsi Nabi Muhammad secara visual. (Baca Juga: Nabi Muhammad, Manusia yang Nasabnya Diabadikan Sampai ke Nabi Adam )
Ustaz Farid Nu'man Hasan (Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia), menegaskan dalilnya adalah ijma'. Dari zaman ke zaman umat menyepakati larangan memvisualisasikan Rasulullah صلى الله عليه وسلم . Seperti apa pun dan dalam bentuk apa pun. Zaman ini, fatwa keharaman telah muncul dari Al Azhar, Darul Ifta al Mishriyah, Majma' Fiqih al Islami, Al Lajnah ad Daimah, dan lain-lain.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengatakan memalsukan ucapannya saja sudah haram, dan dosa besar, maka apalagi memalsukan dirinya. Maka melukis atau memerankan Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah dusta atas namanya, selain itu pelecehan kepadanya.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
Wajar saja jika umat Islam di dunia marah karena membuat karikatur Nabi sama saja dengan melecehkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم . Selain menghina kesucian Rasulullah, karikatur itu juga merendahkan martabat Islam sebagai agama yang damai. (Baca Juga: Seruan Syaikh As-Sudais Terkait Karikatur Nabi Muhammad )
Bagaimana pandangan syariat terkait pembuatan karikatur Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم? Berikut alasan mengapa membuat gambar Nabi Muhammad dilarang keras dalam Islam .
(Baca juga : Kisah Khabib Nurmagomedov, Dagestan dan Kesederhanaan sang Elang )
Dalam kaidah syariat, hukum menggambar atau melukis makhluk yang memiliki ruh (manusia dan hewan) adalah haram. Namun, gambar (foto) dari hasil jepretan kamera terdapat khilaf (beda pendapat) di antara ulama . Ada ulama yang mengharamkan, namun ada yang membolehkannya.
(Baca juga : Media AS Salahkan Prancis atas Serangan Teror Termasuk Pemenggalan )
Adapun jika yang digambar atau dilukis itu adalah sosok Nabi yang ma'shum (terpelihara dari dosa) adalah dosa besar. Itu sebabnya umat Islam tidak berani membuat deskripsi Nabi Muhammad secara visual. (Baca Juga: Nabi Muhammad, Manusia yang Nasabnya Diabadikan Sampai ke Nabi Adam )
Ustaz Farid Nu'man Hasan (Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia), menegaskan dalilnya adalah ijma'. Dari zaman ke zaman umat menyepakati larangan memvisualisasikan Rasulullah صلى الله عليه وسلم . Seperti apa pun dan dalam bentuk apa pun. Zaman ini, fatwa keharaman telah muncul dari Al Azhar, Darul Ifta al Mishriyah, Majma' Fiqih al Islami, Al Lajnah ad Daimah, dan lain-lain.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengatakan memalsukan ucapannya saja sudah haram, dan dosa besar, maka apalagi memalsukan dirinya. Maka melukis atau memerankan Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah dusta atas namanya, selain itu pelecehan kepadanya.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
Lihat Juga :