Pengakuan Ali Bin Abi Thalib Ketika Nabi Muhammad Ajak Bani Muthalib Masuk Islam
Selasa, 10 November 2020 - 13:08 WIB
Ilustrasi/Ist
Sayyidina Ali bin Abi Thalib adalah remaja dari kalangan keluarga besar Bani Mutahalib yang langsung menerima kanabian Muhammad . Abdullah bin Abbas mengungkap bagaimana Ali bin Abi Thalib pertama masuk Islam. Ali bercerita secara detail saat Rasulullah mengundang keluarga besarnya untuk memeluk Islam. (Baca juga: Nabi Muhammad Asuh Sayidina Ali Gara-gara Krisis Ekonomi Melanda Makkah )
Menurut Ali, ia dipanggil Rasulullah setelah turun ayat 214 Surah Asy Syura (perintah Allah kepada Rasul-Nya supaya memperingatkan kaum kerabat yang terdekat).
"Hai Ali," ujar Nabi Muhammad SAW. "Allah telah memerintahkan supaya aku memberi peringatan kepada kaum kerabatku yang terdekat. Aku merasa agak sedih, sebab aku tahu, jika aku berseru kepada mereka melaksanakan perintah itu, aku akan mengalami sesuatu yang tidak kusukai. Oleh karena itu
aku diam saja sampai datanglah Jibril yang berkata kepadaku, 'Hai Muhammad, jika engkau tidak berbuat seperti yang diperintahkan kepadamu, Tuhan akan menjatuhkan azab kepadamu'.".
Setelah itu Rasulullah memerintahkan Ali untuk memasak. "Buatlah makanan. Masaklah paha kambing dan sediakan untuk kita susu sewadah besar. Setelah itu kumpulkan keluarga Bani Abdul Mutthalib. Mereka hendak kuajak bicara dan akan kusampaikan apa yang diperintahkan Allah kepadaku," ujar Rasulullah. (Baca juga: Ini Mengapa Rasulullah Memberi Julukan Si Tanah kepada Ali Bin Abi Thalib )
Ali berkisah bahwa semua yang diperintahkan Nabi Muhammad kepadanya, ia kerjakan segera. "Kemudian anggota-anggota keluarga Bani Abdul Muttalib kuundang supaya hadir. Jumlah mereka yang hadir kurang lebih 40 orang. Di antara mereka itu terdapat para paman Rasulallah s.a.w., seperti Abu Thalib , Hamzah , Abbas dan Abu Lahab ," ucap Ali.
Setelah semuanya berkumpul, Rasulullah memanggil Ali dan memerintahkan supaya makanan segera dihidangkan. Ali pun menghidangkan sajian itu. Rasulullah mengambil sepotong daging, lalu meletakkan kembali pada tepi baki. Beliau mempersilakan mereka mulai menikmati hidangan: "Silakan kalian makan, Bismillah!" Rasulullah mempersilakan.
Mereka semua makan dan minum sekenyang-kenyangnya. "Demi Allah, mereka masing-masing makan dan minum sebanyak yang kuhidangkan," ujar Ali berkisah.
Ketika Rasulullah hendak mulai berbicara, menurut Ali, beliau didahului oleh Abu Lahab. Abu Lahab berkata kepada hadirin dengan sinis: "Kalian benar-benar sudah disihir oleh saudara kalian!" (Baca juga: Rampasan Perang Persia dan Nasehat Ali bin Abi Thalib kepada Umar bin Khattab )
Menurut Ali, karena ucapan Abu Lahab semua yang hadir pergi meninggalkan tempat. Keesokan harinya, Rasulullah kembali memerintahkan Ali menyiapkan hidangan seperti kemarin. Setelah semua makan minum secukupnya, Nabi Muhammad berkata kepada mereka:
Menurut Ali, ia dipanggil Rasulullah setelah turun ayat 214 Surah Asy Syura (perintah Allah kepada Rasul-Nya supaya memperingatkan kaum kerabat yang terdekat).
"Hai Ali," ujar Nabi Muhammad SAW. "Allah telah memerintahkan supaya aku memberi peringatan kepada kaum kerabatku yang terdekat. Aku merasa agak sedih, sebab aku tahu, jika aku berseru kepada mereka melaksanakan perintah itu, aku akan mengalami sesuatu yang tidak kusukai. Oleh karena itu
aku diam saja sampai datanglah Jibril yang berkata kepadaku, 'Hai Muhammad, jika engkau tidak berbuat seperti yang diperintahkan kepadamu, Tuhan akan menjatuhkan azab kepadamu'.".
Setelah itu Rasulullah memerintahkan Ali untuk memasak. "Buatlah makanan. Masaklah paha kambing dan sediakan untuk kita susu sewadah besar. Setelah itu kumpulkan keluarga Bani Abdul Mutthalib. Mereka hendak kuajak bicara dan akan kusampaikan apa yang diperintahkan Allah kepadaku," ujar Rasulullah. (Baca juga: Ini Mengapa Rasulullah Memberi Julukan Si Tanah kepada Ali Bin Abi Thalib )
Ali berkisah bahwa semua yang diperintahkan Nabi Muhammad kepadanya, ia kerjakan segera. "Kemudian anggota-anggota keluarga Bani Abdul Muttalib kuundang supaya hadir. Jumlah mereka yang hadir kurang lebih 40 orang. Di antara mereka itu terdapat para paman Rasulallah s.a.w., seperti Abu Thalib , Hamzah , Abbas dan Abu Lahab ," ucap Ali.
Setelah semuanya berkumpul, Rasulullah memanggil Ali dan memerintahkan supaya makanan segera dihidangkan. Ali pun menghidangkan sajian itu. Rasulullah mengambil sepotong daging, lalu meletakkan kembali pada tepi baki. Beliau mempersilakan mereka mulai menikmati hidangan: "Silakan kalian makan, Bismillah!" Rasulullah mempersilakan.
Mereka semua makan dan minum sekenyang-kenyangnya. "Demi Allah, mereka masing-masing makan dan minum sebanyak yang kuhidangkan," ujar Ali berkisah.
Ketika Rasulullah hendak mulai berbicara, menurut Ali, beliau didahului oleh Abu Lahab. Abu Lahab berkata kepada hadirin dengan sinis: "Kalian benar-benar sudah disihir oleh saudara kalian!" (Baca juga: Rampasan Perang Persia dan Nasehat Ali bin Abi Thalib kepada Umar bin Khattab )
Menurut Ali, karena ucapan Abu Lahab semua yang hadir pergi meninggalkan tempat. Keesokan harinya, Rasulullah kembali memerintahkan Ali menyiapkan hidangan seperti kemarin. Setelah semua makan minum secukupnya, Nabi Muhammad berkata kepada mereka:
Lihat Juga :