Safanah binti Hatim, Sang Diplomat Dakwah yang Santun

Rabu, 11 November 2020 - 16:56 WIB
Safanah berkata, "Wahai Rasulullah, telah meninggal dunia seorang bapak (Hatim ath-Tha'i) dan telah kabur seorang utusan."

Rasulullah bertanya, "Siapakah utusan tersebut?"

Safanah menjawab, "Adi bin Hatim."

Rasulullah kembali bertanya, "Bukankah dia yang kabur dari Allah dan Rasul-Nya?"

(Baca juga : UU Cipta Kerja, Jokowi: Perubahan Selalu Timbulkan Kekhawatiran )

Dialog tadi terulang sampai tiga kali. Hingga salah seorang dari balik Rasulullah berkata dengan tak sabar, "Wahai (putri) kaum-ku, katakan kepadanya apa yang kamu mau!"

Tanpa gentar, Safanah kemudian menjawab, "Wahai Rasulullah, telah meninggal seorang bapak dan kabur seorang utusan. Berikan kepadaku apa yang Allah berikan kepadamu."

Lantas Rasulullah menjawab, "Sesungguhnya saya telah membebaskanmu, untuk menyusul saudaramu, tapi saya belum menemukan orang yang bisa dipercaya untuk mengantarkanmu kembali ke negerimu. Nanti akan tiba saatnya."

(Baca juga : Amien Rais Bertemu Habib Rizieq, Ini yang Dibahas )

Dengan demikian, hati Safanah menjadi tenang dan lega. Ia akan segera bertemu kembali dengan saudaranya.

Walau sebagai tawanan, mereka termasuk Safanah diperlakukan dengan baik oleh kaum muslimin. Safanah menceritakan bahwa Rasulullah menjaga dan merawat ia dengan memberikan makanan dan pakaian hingga tiba saatnya ia menemui saudaranya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!