Kisah Sufi Abdali dari Rumi: Si Penunggang Kuda dan Ular

Senin, 11 Mei 2020 - 14:39 WIB
Baca juga: Kisah Bijak: Orang-Orang Buta dan Gajah

Baca juga: Batas Dogma: Biar Saja Batu Itu di Situ



Catatan


Salim Abdali (1700-1765) menyebabkan para Sufi menerima caci-maki dari pada cerdik-cendekia yang sebelumnya tak pernah terjadi karena pernyataannya bahwa seorang Sufi ulung bisa mengetahui ketidakberesan seseorang, dan mungkin harus bertindak cepat dan dengan cara yang tampaknya bertentangan dengan seharusnya dilakukan untuk menolong orang itu, dan oleh karenanya bisa menimbulkan kemarahan orang-orang yang sebenarnya tidak mengetahui apa yang ia lakukan.

Kisah ini dikutip oleh Abdali dari Rumi. Bahkan kini, mungkin tidak banyak orang mau menerima pernyataan yang

tersirat dalam kisah ini. Namun, pernyataan semacam itu telah diterima oleh semua Sufi, dalam bentuk yang

berbeda-beda. Dalam komentarnya terhadap hal ini, guru Sufi

Haidar Gul hanya mengatakan, ada batas tertentu, yang apabila dilanggar menyebabkan keburukan bagi manusia, yakni menyembunyikan kebenaran hanya agar tidak menyinggung perasaan mereka yang dipikirannya tertutup."

Dinukil dari karya Idries Shah terjemahan Sapardi Djoko Damono berjudul Kisah-Kisah Sufi, Pustaka Firdaus, 1984
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!