12 Dalil Berdoa dengan Tawassul (Bagian 4)

Jum'at, 08 Januari 2021 - 20:14 WIB
Ayat di atas menceritakan halnya orang Yahudi yang tidak mau beriman kepada Nabi Muhammad, padahal dulu sebelum Nabi Muhammad lahir ke dunia mereka selalu berdoa kepada Tuhan bertawassul dengan Nabi Muhammad yang akan lahir memohon untuk mengalahkan musuh mereka dalam peperangan.

Akan tetapi setelah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم benar-benar datang, mereka tidak beriman kepada beliau. Orang ini dikutuk oleh Allah karena keingkaran mereka. Dalam memberikan tafsir dari ayat ini, Syaikh Abdul Jail Isa bekas guru Kulliyah Usuluddin dan Bahasa Arab Universitas Al-Azhar Kairo, menerangkan: "Mereka minta kemenangan dari Allah melawan orang musyrik dengan berkat Nabi Besar yang ditunggu". (Mushaf Al-Murassar)

Dari ayat ini dapat diambil pelajaran bahwa berdoa dengan tawassul itu dikerjakan oleh umat terdahulu dengan maksud untuk memperkuat permohonannya kepada Allah. Berdoa dengan tawassul itu baik sehingga dikabarkan oleh Tuhan di dalam Al-Qur'an.

Yang tidak baik adalah orang Yahudi yang telah tahu akan kedatangan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dari kitab Tauratnya dan mengetahui bahwa Nabi Muhammad itu orang yang dikasihi Tuhan yang dapat dimanfaatkan untuk bertawassul dengannya dalam memohon kepada Tuhan. Tetapi setelah Nabi Muhammad benar-benar datang, mereka ingkar kepadanya. Karena ingkarnya itu mereka dikutuk oleh Allah Ta'ala. Na'udzubillahi min dzalik.

Berkata Syaikh Husen bin Makhluf al 'Adawi, bekas Wakil Direktur Universitas Al-Azhar di Kairo: "Ayat ini turun mengabarkan hal ihwal orang Yahudi keturunan kitab, yaitu Bani Quraizah dan Bani Nadhir yang ketika berperang melawan suku Aus dan Khazraj yang kafir. Mereka membuka Kitab Taurat dan meletakkan tangannya di atas tulisan "Nabi yang akan lahir di akhir zaman" dalam Taurat itu.

Mereka berdoa: "Ya Allah, dengan berkat Nabi yang Engkau janjikan akan keluar di akhir zaman, menangkanlah peperangan kami ini! Kemudian mereka memperoleh kemenangan dalam peperangan berkat kebesaran Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Tetapi sayang sekali karena kemudian setelah beliau lahir, sebagian orang Yahudi tidak beriman kepada Nabi.

Sumber:

KH Siradjuddin Abbas, 40 Masalah Agama Jilid 1 Cetakan ke-33, Penerbit Pustaka Tarbiyah Jakarta 2003

[Baca Juga: 12 Dalil Berdoa dengan Tawassul, Hukumnya Boleh (Bagian 3)]

Wallahu A'lam
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!