Salat Jumat Di-Lockdown, Lakukan Ini Agar Berkah Jumat Tetap Didapat
Jum'at, 17 April 2020 - 11:32 WIB
Dalam kondisi sekarang ini, semoga Salat Subuh yang kita laksanakan berjamaah di rumah bersama keluarga, tetap tercatat sebagai amalan paling utama dan paling dicintai Allah Ta'ala dan menjadi pengingat diri akan dahsyatnya huru-hara kiamat.
3. Tetap Melakukan Mandi Besar.
Diriwayatkan dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudhri, Rasulullah SAW bersabda: "Mandi Jumat itu wajib atas setiap orang yang telah baligh." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dari hadis ini, sebagian ulama menyimpulkan bahwa mandi besar di hari Jum'at hukumnya wajib. Ini mengandung hikmah shihhiyâh (kesehatan) yang dahsyat. Dimana menjadi sekat pengingat, agar seorang Muslim rutin melakukan bersih-bersih diri, minimal sepekan sekali. Itu selain mandi Junub karena mimpi basah atau hubungan suami-isteri.
Apalagi jika didukung dengan memotong kuku, membersihkan bulu kemaluan, membersihkan bulu ketiak, dan memotong kumis, sebagaimana termaktub dalam hadits Khomsun minal Fithrah (Lima Kesucian). Maka dengan tetap melakukannya, kita tidak kehilangan Tarbiyah Shihhiyah dari Jum'atan.
4. Tetap Membaca Surat Al-Kahfi.
Dari Abu Sa'id Al-Khudzri, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat." (HR. An-Nasa'i).
Keutamaan di atas tidak terikat khusus dengan pelaksanaan Salat Jum'at. Maka jangan sampai ditinggalkan. Justru dengan tidak keluar rumah, kita punya lebih banyak waktu untuk tidak sekadar membacanya, tapi juga mentadabburi makna dan tafsirnya.
Karena dibalik anjuran untuk membaca Surah Al-Kahfi berulang tiap pekan, pasti ada hikmah istimewa dan pelajaran besar yang harus kita ambil darinya. Seperti kisah Ashhâbul Kahfi, Nabi Musa bersama Nabi Khidir, dan DzulQornain.
5. Tetap Dengarkan Khutbah Jumat.
Dari Jabir bin Samurah, dia berkata tentang khutbah Rasulullah SAW: "Rasulullah SAW menyampaikan dua khutbah dimana beliau duduk di antara keduanya, (dan dalam khutbah itu) beliau membaca Al-Qur'an dan mengingatkan manusia." (HR. Muslim)
Di antara hikmah disyariatkannya Salat Jumat, ia adalah momentum untuk menyampaikan wasiat kebaikan. Khutbah yang berisi ajakan untuk meningkatkan takwa dan menyampaikan ilmu itu, adalah oase hati bagi seorang Muslim.
3. Tetap Melakukan Mandi Besar.
Diriwayatkan dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudhri, Rasulullah SAW bersabda: "Mandi Jumat itu wajib atas setiap orang yang telah baligh." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dari hadis ini, sebagian ulama menyimpulkan bahwa mandi besar di hari Jum'at hukumnya wajib. Ini mengandung hikmah shihhiyâh (kesehatan) yang dahsyat. Dimana menjadi sekat pengingat, agar seorang Muslim rutin melakukan bersih-bersih diri, minimal sepekan sekali. Itu selain mandi Junub karena mimpi basah atau hubungan suami-isteri.
Apalagi jika didukung dengan memotong kuku, membersihkan bulu kemaluan, membersihkan bulu ketiak, dan memotong kumis, sebagaimana termaktub dalam hadits Khomsun minal Fithrah (Lima Kesucian). Maka dengan tetap melakukannya, kita tidak kehilangan Tarbiyah Shihhiyah dari Jum'atan.
4. Tetap Membaca Surat Al-Kahfi.
Dari Abu Sa'id Al-Khudzri, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat." (HR. An-Nasa'i).
Keutamaan di atas tidak terikat khusus dengan pelaksanaan Salat Jum'at. Maka jangan sampai ditinggalkan. Justru dengan tidak keluar rumah, kita punya lebih banyak waktu untuk tidak sekadar membacanya, tapi juga mentadabburi makna dan tafsirnya.
Karena dibalik anjuran untuk membaca Surah Al-Kahfi berulang tiap pekan, pasti ada hikmah istimewa dan pelajaran besar yang harus kita ambil darinya. Seperti kisah Ashhâbul Kahfi, Nabi Musa bersama Nabi Khidir, dan DzulQornain.
5. Tetap Dengarkan Khutbah Jumat.
Dari Jabir bin Samurah, dia berkata tentang khutbah Rasulullah SAW: "Rasulullah SAW menyampaikan dua khutbah dimana beliau duduk di antara keduanya, (dan dalam khutbah itu) beliau membaca Al-Qur'an dan mengingatkan manusia." (HR. Muslim)
Di antara hikmah disyariatkannya Salat Jumat, ia adalah momentum untuk menyampaikan wasiat kebaikan. Khutbah yang berisi ajakan untuk meningkatkan takwa dan menyampaikan ilmu itu, adalah oase hati bagi seorang Muslim.
Lihat Juga :