Gambaran Siroth, Jembatan di Atas Neraka yang Akan Dilewati Manusia
Minggu, 31 Januari 2021 - 18:04 WIB
Jembatan titian shitah yang akan dilewati manusia ini sangat halus. Bahkan lebih halus dari rambut dan sangat tajam. Foto/Ilustrasi,
Umat Islam wajib mengimani shiroth, jembatan yang dibentangkan di atas neraka. Jembatan ini kelak akan dilewati manusia pada hari Kiamat. Seperti apa gambaran titian shirath ? Berikut ulasannya.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
ثُمَّ يُؤْتَى بِالْجَسْرِ فَيُجْعَلُ بَيْنَ ظَهْرَيْ جَهَنَّمَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْجَسْرُ قَالَ مَدْحَضَةٌ مَزِلَّةٌ عَلَيْهِ خَطَاطِيفُ وَكَلَالِيبُ وَحَسَكَةٌ مُفَلْطَحَةٌ لَهَا شَوْكَةٌ عُقَيْفَاءُ تَكُونُ بِنَجْدٍ يُقَالُ لَهَا السَّعْدَانُ
"Kemudian didatangkan jembatan lalu dibentangkan di atas permukaan neraka Jahannam. Kami (para Sahabat) bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana (bentuk) jembatan itu?" Jawab beliau, "Licin (lagi) mengelincirkan. Di atasnya terdapat besi-besi pengait dan kawat berduri yang ujungnya bengkok, ia bagaikan pohon berduri di Nejd, dikenal dengan pohon Sa'dan. (HR Al-Bukhari, Muslim)
Baca Juga: Inilah Rentetan Peristiwa Menjelang Hari Kiamat Besar
Beberapa ciri atau bentuk shirath, yaitu: "Licin (lagi) mengelincirkan, di atasnya ada besi-besi pengait dan kawat berduri yang ujungnya bengkok, ia bagaikan pohon berduri di Nejd, dikenal dengan pohon Sa’dan..." Dalam hadis juga disebutkan bahwa shirath memiliki kait-kait besar, yang mengait siapa yang melewatinya, sebagaimana diterangkan hadis berikut:
وَيُضْرَبُ جِسْرُ جَهَنَّمَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكُونُ أَوَّلَ مَنْ يُجِيزُ وَدُعَاءُ الرُّسُلِ يَوْمَئِذٍ اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ وَبِهِ كَلَالِيبُ مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ أَمَا رَأَيْتُمْ شَوْكَ السَّعْدَانِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّهَا مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ غَيْرَ أَنَّهَا لَا يَعْلَمُ قَدْرَ عِظَمِهَا إِلَّا اللَّهُ فَتَخْطَفُ النَّاسَ بِأَعْمَالِهِمْ رواه البخاري
"Dan dibentangkanlah jembatan Jahannam. Akulah orang pertama yang melewatinya. Doa para Rasul pada saat itu: "Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah". Pada shirath itu, terdapat pengait-pengait seperti duri pohon Sa'dan. Pernahkah kalian melihatnya? "Para Sahabat menjawab, "Pernah, wahai Rasulullah. Maka ia seperti duri pohon Sa'dan, tiada yang mengetahui ukuran besarnya kecuali Allah. Maka ia mencangkok manusia sesuai dengan amalan mereka." (HR Al-Bukhari)
Mengenai shirath ini, Ustaz Aunur Rofiq menerangkan dalam satu kajiannya di sosial media. Beliau menukil salah satu ayat Al-Qur'an.
وَاِ نْ مِّنْکُمْ اِلَّا وَا رِدُهَا ۗ كَا نَ عَلٰى رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّا
"Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan." (QS Maryam: 71)
Ketika membaca ayat ini, Ummul Mukminin, Hafshah binti Umar radhiyallahu 'anha merasakan kengerian luar biasa lalu ditenangkan Nabi dengan sabdanya, bacalah ayat berikutnya:
ثُمَّ نُـنَجِّى الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّنَذَرُ الظّٰلِمِيْنَ فِيْهَا جِثِيًّا
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
ثُمَّ يُؤْتَى بِالْجَسْرِ فَيُجْعَلُ بَيْنَ ظَهْرَيْ جَهَنَّمَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْجَسْرُ قَالَ مَدْحَضَةٌ مَزِلَّةٌ عَلَيْهِ خَطَاطِيفُ وَكَلَالِيبُ وَحَسَكَةٌ مُفَلْطَحَةٌ لَهَا شَوْكَةٌ عُقَيْفَاءُ تَكُونُ بِنَجْدٍ يُقَالُ لَهَا السَّعْدَانُ
"Kemudian didatangkan jembatan lalu dibentangkan di atas permukaan neraka Jahannam. Kami (para Sahabat) bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana (bentuk) jembatan itu?" Jawab beliau, "Licin (lagi) mengelincirkan. Di atasnya terdapat besi-besi pengait dan kawat berduri yang ujungnya bengkok, ia bagaikan pohon berduri di Nejd, dikenal dengan pohon Sa'dan. (HR Al-Bukhari, Muslim)
Baca Juga: Inilah Rentetan Peristiwa Menjelang Hari Kiamat Besar
Beberapa ciri atau bentuk shirath, yaitu: "Licin (lagi) mengelincirkan, di atasnya ada besi-besi pengait dan kawat berduri yang ujungnya bengkok, ia bagaikan pohon berduri di Nejd, dikenal dengan pohon Sa’dan..." Dalam hadis juga disebutkan bahwa shirath memiliki kait-kait besar, yang mengait siapa yang melewatinya, sebagaimana diterangkan hadis berikut:
وَيُضْرَبُ جِسْرُ جَهَنَّمَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكُونُ أَوَّلَ مَنْ يُجِيزُ وَدُعَاءُ الرُّسُلِ يَوْمَئِذٍ اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ وَبِهِ كَلَالِيبُ مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ أَمَا رَأَيْتُمْ شَوْكَ السَّعْدَانِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّهَا مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ غَيْرَ أَنَّهَا لَا يَعْلَمُ قَدْرَ عِظَمِهَا إِلَّا اللَّهُ فَتَخْطَفُ النَّاسَ بِأَعْمَالِهِمْ رواه البخاري
"Dan dibentangkanlah jembatan Jahannam. Akulah orang pertama yang melewatinya. Doa para Rasul pada saat itu: "Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah". Pada shirath itu, terdapat pengait-pengait seperti duri pohon Sa'dan. Pernahkah kalian melihatnya? "Para Sahabat menjawab, "Pernah, wahai Rasulullah. Maka ia seperti duri pohon Sa'dan, tiada yang mengetahui ukuran besarnya kecuali Allah. Maka ia mencangkok manusia sesuai dengan amalan mereka." (HR Al-Bukhari)
Mengenai shirath ini, Ustaz Aunur Rofiq menerangkan dalam satu kajiannya di sosial media. Beliau menukil salah satu ayat Al-Qur'an.
وَاِ نْ مِّنْکُمْ اِلَّا وَا رِدُهَا ۗ كَا نَ عَلٰى رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّا
"Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan." (QS Maryam: 71)
Ketika membaca ayat ini, Ummul Mukminin, Hafshah binti Umar radhiyallahu 'anha merasakan kengerian luar biasa lalu ditenangkan Nabi dengan sabdanya, bacalah ayat berikutnya:
ثُمَّ نُـنَجِّى الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّنَذَرُ الظّٰلِمِيْنَ فِيْهَا جِثِيًّا
Lihat Juga :