Nabi Sulaiman Pindahkan Istana Balqis Sebelum Mata Berkedip, Begini Kisahnya
Selasa, 02 Februari 2021 - 16:34 WIB
"Kembalilah kepada mereka, sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi tawanan yang tidak berharga."
Utusan itu kembali ke negeri Saba dan menceritakan pengalaman yang dialaminya di Yaman kepada Ratu Balqis, sehingga dia berniat untuk bertemu sendiri dengan Nabi Sulaiman. Keinginan Ratu Balqis itu diketahui Nabi Sulaiman terlebih dulu dan beliau memerintahkan tentaranya dari kalangan manusia, hewan dan jin untuk membuat persiapan menyambut kedatangan Ratu Balqis.
Nabi Sulaiman memerintahkan pasukannya supaya membawa singgasana Ratu Balqis ke istananya. Berikut kisahnya diabadikan dalam Surat Al-Naml Ayat 38-40:
"Berkata Sulaiman: 'Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya (Ratu Balqis) kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang yang berserah diri."
"Berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: 'Aku akan datang kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya."
"Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari kitabullah: 'Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka tatkala Nabi Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: "Ini termasuk dari karunia Tuhanku untuk menguji apakah aku bersyukur atau mengingkari nikmat-Nya. Dan barangsiapa bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Mulia."
Lalu manusia (hamba Saleh) yang memiliki ilmu memindahkan Istana Ratu Balqis. Apabila Ratu Balqis tiba, lalu ditanya oleh Nabi Sulaiman: "Seperti inikah singgasanamu?" Dijawab Ratu Balqis: "Ya, adakah yang sama seperti singgasanaku."
Kemudian Ratu Balqis dipersilakan masuk ke Istana Nabi Sulaiman. Ketika berjalan di istana itu, Ratu Balqis terkejut karena mengira ada air di lantai Istana Nabi Sulaiman, sehingga ia menyingkap kainnya.
Kemudian Nabi Sulaiman berkata: "Sesungguhnya ia istana licin yang terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman dan kepada Allah, Tuhan semesta alam."
Peristiwa itu membuat Ratu Balqis marasa malu dan menyadari kelemahannya. Ia pun memohon ampun atas kekhilafannya selama ini dan akhirnya Ratu Balqis diperistri oleh Nabi Sulaiman.
Utusan itu kembali ke negeri Saba dan menceritakan pengalaman yang dialaminya di Yaman kepada Ratu Balqis, sehingga dia berniat untuk bertemu sendiri dengan Nabi Sulaiman. Keinginan Ratu Balqis itu diketahui Nabi Sulaiman terlebih dulu dan beliau memerintahkan tentaranya dari kalangan manusia, hewan dan jin untuk membuat persiapan menyambut kedatangan Ratu Balqis.
Nabi Sulaiman memerintahkan pasukannya supaya membawa singgasana Ratu Balqis ke istananya. Berikut kisahnya diabadikan dalam Surat Al-Naml Ayat 38-40:
"Berkata Sulaiman: 'Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya (Ratu Balqis) kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang yang berserah diri."
"Berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: 'Aku akan datang kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya."
"Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari kitabullah: 'Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka tatkala Nabi Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: "Ini termasuk dari karunia Tuhanku untuk menguji apakah aku bersyukur atau mengingkari nikmat-Nya. Dan barangsiapa bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Mulia."
Lalu manusia (hamba Saleh) yang memiliki ilmu memindahkan Istana Ratu Balqis. Apabila Ratu Balqis tiba, lalu ditanya oleh Nabi Sulaiman: "Seperti inikah singgasanamu?" Dijawab Ratu Balqis: "Ya, adakah yang sama seperti singgasanaku."
Kemudian Ratu Balqis dipersilakan masuk ke Istana Nabi Sulaiman. Ketika berjalan di istana itu, Ratu Balqis terkejut karena mengira ada air di lantai Istana Nabi Sulaiman, sehingga ia menyingkap kainnya.
Kemudian Nabi Sulaiman berkata: "Sesungguhnya ia istana licin yang terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman dan kepada Allah, Tuhan semesta alam."
Peristiwa itu membuat Ratu Balqis marasa malu dan menyadari kelemahannya. Ia pun memohon ampun atas kekhilafannya selama ini dan akhirnya Ratu Balqis diperistri oleh Nabi Sulaiman.
Lihat Juga :